PENINGKATAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH MELALUI PROBLEM BASED LEARNING KELAS X AKSELERASI DI SMAN 2 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011-2012

, ARYULINA AMIR (2012) PENINGKATAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH MELALUI PROBLEM BASED LEARNING KELAS X AKSELERASI DI SMAN 2 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011-2012. Masters thesis, Fakultas KIP.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf - Published Version

Download (232Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAKdocx.pdf - Published Version

Download (95Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (41Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf - Published Version

Download (80Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I I.pdf - Published Version

Download (270Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I I I.pdf - Published Version

Download (227Kb) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (554Kb)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf - Published Version

Download (55Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (45Kb) | Preview

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Proses pembelajaran PBL mata pelajaran sejarah kelas X akselerasi di SMA Negeri 2 Bandar Lampung (2) Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran sejarah kelas X Akselerasi di SMA Negeri 2 Bandar lampung Penelitian menggunakan pendekatan tindakan kelas (Classrom Action Reserch) pada pembelajaran Problem based learning mata pelajaran sejarah dilaksanakan dengan tiga siklus, pada siklus pertama, menggunakan PBL Individu, siklus kedua menggunakan PBL Group, siklus ketiga menggunakan PBL berpasangan, penentuan materi didasarkan pada pemahaman mereka tentang tradisi masyarakat Lampung, Data diambil melalui observasi dan test uraian dan data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Kesimpulan penelitian adalah (1) Proses pembelajaran pada mata pelajaran sejarah dengan model PBL mampu meningkatkan sikap berpikir kritis siswaketika diterapkan model PBL berpasangan pada siklus III ternyata, setiap siswa memiliki tanggung jawab untuk mempresentasikan dan melaporkan hasil pemecahan masalah karena mereka hanya terdiri dari dua orang.(2) Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa juga mengalami peningkatan ditunjukkan dengan peningkatan pada indikator berfikir kritis siswa, pada siklus I belum ada indikator yang mencapai kriteria baik, siklus II sudah 4 indikator baik yaitu merumuskan masalah, memberikan argument, melakukan deduksi dan induksi dan siklus III enam indikator berfikir kritis mencapai kriteria baik yaitu merumuskan masalah, memberikan argument, melakukan deduksi, melakukan induksi, melakukan evaluasi dan mengambil keputusan. . Kata Kunci: Berfikir Kritis siswa, Problem Based Learning

Tipe Karya Ilmiah: Tesis (Masters)
Subyek: H Ilmu Sosial = Social Sciences > H Social Sciences (General)
L Education > L Education (General) = Pendidikan
L Education > LB Theory and practice of education
Program Studi: FKIP > Prodi Magister Pendidikan IPS
Depositing User: Farid Hambali Prihantoro, A.Md.
Date Deposited: 12 May 2014 04:43
Last Modified: 12 May 2014 04:43
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/1616

Actions (login required)

View Item View Item