SERANGAN ULAT PENGGEREK BATANG (Ostrinia furnacalis) PADA BATANG DAN PENGGEREK TONGKOL (Helicoverpa armigera) TANAMAN JAGUNG PADA DUA MUSIM DI KECAMATAN METRO KIBANG LAMPUNG TIMUR

0314041030, LUKITO TRIWIBOWO (2015) SERANGAN ULAT PENGGEREK BATANG (Ostrinia furnacalis) PADA BATANG DAN PENGGEREK TONGKOL (Helicoverpa armigera) TANAMAN JAGUNG PADA DUA MUSIM DI KECAMATAN METRO KIBANG LAMPUNG TIMUR. Other thesis, Universitas Lampung.

[img]
Preview
Text
0314041030-abstract.pdf

Download (8Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0314041030-abstrak.pdf

Download (9Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0314041030-kesimpulan.pdf

Download (8Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0314041030-pendahuluan.pdf

Download (18Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0314041030-abstract.pdf

Download (8Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0314041030-abstrak.pdf

Download (9Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0314041030-kesimpulan.pdf

Download (8Kb) | Preview

Abstrak

Jagung (zea mays L.) adalah bahan makanan pokok kedua setelah padi. Hama penting yang ada pada pertanaman jagung antara lain ulat penggerek batang (Ostrinia furnacalis), ulat penggerek tongkol (Helicoverpa armigera), ulat grayak (Spodoptera litura F.) dan lalat bibit (Atherigona sp). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan penggerek batang (Ostrinia furnicalis) pada batang dan penggerek tongkol (Helicoverpa armigera) pada tanaman jagung di Kecamatan Metro Kibang Lampung Timur, pada musim hujan bulan Januari-April 2009 dan pada musim kemarau pada bulan Agustus-Desember 2009. Penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data persentase serangan penggerek batang dan penggerek tongkol serta intensitas serangan penggerek batang dan penggerek tongkol. Penelitian yang berupa Hasil penelitian menunjukkan serangan hama penggerek batang dan penggerek tongkol lebih tinggi pada musim hujan. Dengan dibuktikan tingginya nilai intensitas serangan yang terus meningkat setiap pengamatan. Persentase serangan hama penggerek batang dan penggerek tongkol lebih tinggi terjadi pada musim hujan, pada pengamatan 45 hari setelah tanam sudah terlihat adanya gejala serangan. Sedangkan pada musim kemarau sampai 56 hari setelah tanam belum terlihat adanya gejala serangan. Pada musim hujan juga serangan penggerek batang dan tongkol pada 92 hari setelah tanam menunjukkan nilai maksimum yaitu nilai 100% yang artinya seluruh tanaman jagung terserang hama penggerek. Selain itu keragaman data serangan hama lebih tinggi pada musim hujan dengan melihat nilai standar deviasi.

Tipe Karya Ilmiah: Tesis (Other)
Subyek: A General Works = Karya Karya Umum
Program Studi: Fakultas Pertanian > Prodi Agribisnis
Depositing User: UPT . TIK3
Date Deposited: 30 Dec 2015 03:04
Last Modified: 30 Dec 2015 03:04
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/16359

Actions (login required)

View Item View Item