PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS YANG DIPERKAYA DENGAN LUMPUR LAPINDO BRANTAS DAN KASCING TERHADAP RESPIRASI TANAH ULTISOL PADA PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.)

0414031016, AKHMAD CEPI ARIF (2015) PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS YANG DIPERKAYA DENGAN LUMPUR LAPINDO BRANTAS DAN KASCING TERHADAP RESPIRASI TANAH ULTISOL PADA PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.). Other thesis, Universitas Lampung.

[img]
Preview
Text
0414031016-abstract.pdf

Download (10Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0414031016-abstrak.pdf

Download (12Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0414031016-kesimpulan.pdf

Download (11Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0414031016-pendahuluan.pdf

Download (27Kb) | Preview

Abstrak

Luapan lumpur Lapindo Brantas yang terjadi pada tanggal 29 Mei 2006 telah menyebabkan kerusakan dan kerugian bagi masyarakat di sekitar Desa Renokenongo (Wikipedia, 2009). Material lumpur yang menggenangi permukaan lahan di satu sisi dapat merusak ekosistem pertanian, namun di sisi lain lumpur Lapindo dapat dipandang sebagai deposit yang bermanfaat. Oleh karena itu penelitian yang dirancang untuk memanfaatkan lumpur Lapindo Brantas dibidang pertanian perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pencampuran kompos dengan lumpur Lapindo Brantas dan kascing terhadap respirasi tanah Ultisol pada pertanaman jagung (Zea mays L.). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan disusun secara faktorial 5x3 dengan tiga ulangan sehingga terdiri dari 45 satuan percobaan. Faktor pertama adalah formulasi kompos yang berupa campuran antara kompos, lumpur Lapindo Brantas dan kascing yaitu C 1 = 1 kg kompos + 0 kg lumpur Lapindo + 0 kg kascing (0 % ), C 2 = 0,90 kg kompos + 0,10 kg lumpur Lapindo + 0,05 kg kascing (10% = 0,85 kg kompos + 0,15 kg lumpur Lapindo + 0,10 kg kascing (15% = 0,80 kg kompos + 0,20 kg lumpur Lapindo + 0,15 kg kascing (20% = 0,75 kg kompos + 0,25 kg lumpur Lapindo + 0,20 kg kascing (25% ). Kascing dicampurkan pada berbagai kombinasi campuran antara kompos dan lumpur Lapindo Brantas dengan persentase masing-masing (0% w / w ), (5% ), (15% w / w ), dan (20% w / w w ). Faktor kedua adalah dosis formulasi kompos: D 0 = 0 ton ha - 1, D 1 = 20 ton ha -1 , D 2 = 40 ton ha . Homogenitas ragam data diuji dengan uji Bartlett dan aditifitas data diuji dengan uji Tukey. Data diolah dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji kontras ortogonal pada taraf nyata 5 % dan 1 %. -1 Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Aplikasi formulasi kompos atau kompos yang diperkaya dengan lumpur Lapindo Brantas dan kascing secara sinergis dapat meningkatkan respirasi tanah dibandingkan dengan tanpa penambahan lumpur Lapindo dan kascing, (2) Perlakuan formulasi kompos dengan proporsi lumpur w / w / w w w w / w / w / w w / w ), C 3 ), C 4 ), C 5 ), (10% w / w Akhmad Cepi Arif dan kascing paling tinggi, lebih tinggi meningkatkan respirasi dibandingkan dengan proporsi yang lebih rendah, (3) Dosis pemupukan formulasi kompos 20 ton ha -1 dan 40 ton ha tidak nyata meningkatkan respirasi tanah, (4) Terdapat korelasi sangat nyata positif antara respirasi tanah dengan Ca bobot kering brangkasan dan bobot kering akar, korelasi sangat nyata negatif terjadi antara respirasi tanah dengan P-tersedia, Cu dan Fe, sedangkan tidak terdapat korelasi antara respirasi tanah dengan N-total, pH dan C-organik.

Tipe Karya Ilmiah: Tesis (Other)
Subyek: A General Works = Karya Karya Umum
Program Studi: Fakultas Pertanian > Prodi Agroteknolgi
Depositing User: UPT . TIK3
Date Deposited: 31 Dec 2015 06:31
Last Modified: 31 Dec 2015 06:31
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/16496

Actions (login required)

View Item View Item