PENGARUH PENDIDIKAN INSENTIF DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT KARALIM PUTRA UTAMA BANDAR LAMPUNG

0641011134, SYAHRUL ROMADHON PENGARUH PENDIDIKAN INSENTIF DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT KARALIM PUTRA UTAMA BANDAR LAMPUNG. Digital Library.

[img]
Preview
Text
0641011134-abstract.pdf

Download (34Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0641011134-abstrak.pdf

Download (39Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0641011134-kesimpulan.pdf

Download (43Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0641011134-pendahuluan.pdf

Download (71Kb) | Preview

Abstrak

ABSTRAK Aspek sumber daya manusia dalam setiap perusahaan memegang peranan penting oleh karenanya dalam pelaksanannya perusahaan perlu mengawas dan menjaga kinerja karyawan dengan baik dengan cara memenuhi kebutuhannya. Kenyataannya kinerja seseorang akan dapat berbeda dengan orang lain. Agar kinerja dari setiap karyawan dapat meningkat diperlukan suatu pendorong atau faktor yang dapat membuat kinerja karyawan tersebut sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan. Kinerja karyawan di PT Karalim Putra Utama mengalami naik turun dalam setahunnya hal itu dapat dilihat dari penjualan yang ditargetkan setiap bulannya Rp 850.000.000,- hanya bisa tercapai rata-rata 90,91 %. Dari fenomena tersebut masalah yang dapat dirumuskan pada penelitian ini adalah: ”Berapa besar pengaruh pendidikan, insentif, dan lingkungan kerja terhadap kinerja Karyawan di PT Karalim Putra Utama di Bandar Lampung? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar pengaruh pendidikan, insentif, dan lingkungan kerja terhadap Kinerja Karyawan di PT Karalim Putra Utama di Bandar Lampung. Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa variabel pendidikan (X1), insentif (X2) dan lingkungan kerja (X3) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Analisis yang digunakan yaitu menggunakan rumus korelasi regresi linier berganda. Untuk menguji hipotesis digunakan uji t (parsial) dan uji F (simultan). Hasil penelitian memperoleh persamaan regresi Y=3,625 +0,525(X1)+0,604 (X2)+ 0,358 (X3) yang menunjukkan bahwa apabila faktor pendidikan karyawan semakin tinggi maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,525 dengan asumsi bahwa pada variabel bebas lainnya dalam kondisi konstan. Apabila faktor insentif meningkat maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,604 dengan asumsi variabel bebas lainnya dalam kondisi konstan. Apabila lingkungan kerja meningkat maka kinerja akan meningkat sebesar 0,358 dengan asumsi variabel bebas lainnya dalam kondisi konstan. Besar pengaruh variabel pendidikan (X1), insentif (X2) dan lingkungan kerja (X3) terhadap kinerja adalah 79,9% (R2=0,799) sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada pengaruh secara bersama-sama variabel pendidikan (X1), insentif (X2), lingkungan kerja (X3), mempengaruhi kinerja karyawan (Y) karena diperoleh nilai Fhitung (41,041) > Ftabel (2,92). Ada pengaruh secara parsial variabel pendidikan (X1) diperoleh thitung (3,434), insentif (X2) diperoleh nilai thitung (5,203), lingkungan kerja (X3) diperoleh thitung (3,320), mempengaruhi kinerja karyawan (Y) karena masing-masing diperoleh nilai t hitung >t tabel (1,697) dan diperoleh pula nilai (R=0,894) Penelitian ini menyarankan kepada perusahaan agar SDM yang ada seharusnya sesuai dengan syarat yang sudah ditentukan sebelumnya. Hasil jawaban responden menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pendidikan karyawan masih rendah oleh sebab itu untuk masa yang akan datang perusahaan dapat menetapkan kebijakan penerimaan karyawan yang sesuai antara tingkat pendidikan dengan tanggung jawab kerja yang diberikan sehingga diharapkan proses kerja yang dilakukan dapat dijalankan dengan baik.

Tipe Karya Ilmiah: Artikel
Subyek: A General Works = Karya Karya Umum
Depositing User: UPT . TIK4
Date Deposited: 11 Jan 2016 05:11
Last Modified: 11 Jan 2016 05:11
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/16842

Actions (login required)

View Item View Item