PENGARUH TAYANGAN PERINGATAN ATURAN PAKAI PADA IKLAN OBAT BEBAS DI TELEVISI TERHADAP SIKAP PEMIRSA DALAM MENGONSUMSI OBAT BEBAS (Studi Pada Warga Perumnas Way Halim)

0316031051, YULI YABESY N (2012) PENGARUH TAYANGAN PERINGATAN ATURAN PAKAI PADA IKLAN OBAT BEBAS DI TELEVISI TERHADAP SIKAP PEMIRSA DALAM MENGONSUMSI OBAT BEBAS (Studi Pada Warga Perumnas Way Halim). Digital Library.

[img]
Preview
Text
ABSTRACT YULI.pdf

Download (93Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK yuli.pdf

Download (75Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 1.pdf

Download (179Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
babVI.pdf

Download (6Kb) | Preview

Abstrak

Abstract Obat mempunyai kedudukan yang khusus dalam masyarakat karena merupakan produk yang diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun demikian, penggunaan yang salah, tidak tepat dan tidak rasional dapat membahayakan masyarakat. Untuk melindungi masyarakat dari kemungkinan penggunaan obat yang salah, tidak tepat dan tidak rasional akibat pengaruh promosi melalui iklan, pemerintah melaksanakan pengendalian dan pengawasan terhadap penyebaran informasi obat, termasuk periklanan obat. Dalam periklanan obat, masalah yang dihadapi relatif kompleks karena aspek yang dipertimbangkan tidak hanya menyangkut kriteria etis periklanan, tetapi juga menyangkut manfaat-resikonya terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat luas. Oleh karena itu isi, struktur maupun format pesan iklan obat perlu dirancang dengan tepat agat tidak menimbulkan persepsi dan interprestasi yang salah oleh masyarakat luas. Iklan obat bebas di televisi harus mencantumkan peringatan aturan pakai yang terdapat pada akhir iklan obat bebas dengan visualisasi tulisan “ BACA ATURAN PAKAI , JIKA SAKIT BERLANJUT HUBUNGI DOKTER” dengan durasi yang singkat. Tujuan penayangan peringatan aturan pakai pada iklan obat bebas di televisi adalah agar pemirsa mematuhi aturan pakai yang tertera pada kemasan obat tersebut, dan untuk menghubungi dokter jika sakit yang diderita setelah mengonsumsi obat tersebut berlanjut. Masyarakat yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah warga Perumnas Way Halim. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dari tayangan peringatan aturan pakai obat bebas pada iklan obat bebas di televisi terhadap sikap masyarakat di Kelurahan Perumnas Way Halim dalam mengonsumsi obat bebas setelah melihat tayangan peringatan aturan pakai pada iklan obat bebas di televisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 96 orang dengan menggunakan metode simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner, dengan teknik analisa data menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS 13.0. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa: (1) Warga Perumnas Way Halim memiliki sikap tersendiri dalam mengonsumsi obat bebas. Hal ini dapat dilihat dari nilai constanta intercept sebesar 27,566. Artinya jika tidak ada tayangan peringatan aturan pakai obat pada iklan obat bebas di televisi maka sikap pemirsa yang terdiri dari aspek kognitif, afektif dan konatif dalam mengonsumsi obat bebas adalah sebesar 27,566. (2). Terdapat pengaruh yang lemah dari tayangan peringatan aturan pakai pada iklan obat bebas di televisi terhadap sikap pemirsa dalam mengonsumsi obat bebas sebesar 5,3 %. yang dapat dilihat dari angka Rsquare yang diperoleh yaitu sebesar 0,053. Sedangkan 94,7% harus dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Abstract Drugs have special position in public because it’s needed to heal and increases public health. However, wrong usage, irrational and imprecise can be endanger public. To protect public from possibility the wrong usage drugs, irrational and imprecise of promotion influence effect through advertisements, the government executes control and observation to distribution of drugs information, including drugs advertisements. In drug advertisements, problem faced is relative complex because aspect considered not only concerning ethical criteria of advertising, but also concerning its risk-benefit to health and safety of wide public. Therefore, content, structure and also advertising message format of drugs need to be designed correctly agate doesn't generate perception and interpretation which is wrong by public. Advertisement of nonprescription drugs on television must mention commemoration the order usage found on advertisement end of nonprescription drug with visualization of article “ BACA ATURAN PAKAI , JIKA SAKIT BERLANJUT HUBUNGI DOKTER” with brief duration. Purpose of commemoration displaying of order usage at advertisement of nonprescription drugs on television is that viewers obey order to use as described at packaging of the drugs, and contact doctors if pain suffered after consuming the drug continues. Respondents in this research are residents of Perumnas Way Halim. Purpose of this research is know whether there is or not influence from displaying commemoration of order usage nonprescription drugs at advertisement of nonprescription drugs on television to viewers attitude in Kelurahan Perumnas Way Halim in consuming nonprescription drugs after seeing displays commemoration of order usage nonprescription drug in advertisements of nonprescription drug in television. This research applies quantitative approach to 96 respondents using simple random sampling method. Research instrument applied is questionnaires, with data analysis technique applies simple linear regression with help of SPSS 13.0 program. Based on result seems that: ( 1) Member Of Perumnas Way Halim has separate position in consuming nonprescription drug. This is visible from value intercept constantan 27,566. Mean otherwise there are displays commemoration of order usage drug at advertisement of nonprescription drugs in television hence viewers attitude consisted of by cognate aspect, affective and conative in consuming nonprescription drugs is 27,566. (2). There is weak influence of displaying commemoration of order usage at advertisement of nonprescription drugs on television to the viewers attitude in consuming nonprescription drug 5,3 %. Visible from number R square obtained that is 0,053. While 94,7% must be explained by other factors of which are not examined in this research.

Tipe Karya Ilmiah: Artikel
Subyek: A General Works = Karya Karya Umum
Depositing User: tik 15 . Digilib
Date Deposited: 15 Jan 2016 08:29
Last Modified: 15 Jan 2016 08:29
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/18238

Actions (login required)

View Item View Item