NALISIS RISIKO PENGGUNAAN Trichoderma spp. DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT PADA TANAMAN JAGUNG

NN, Elmy Gifta Valentine and NN, Subli Mujim and NN, Joko Prasetyo (2012) NALISIS RISIKO PENGGUNAAN Trichoderma spp. DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT PADA TANAMAN JAGUNG. Digital Library.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK1.pdf

Download (248Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Abstrak Salah satu agensia hayati yang mempunyai potensi yang cukup besar dan efektif sebagai agen pengendali hayati dalam pengendalian penyakit pada tanaman jagung adalah Trichoderma spp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko penggunaan Trichoderma spp. terhadap tanaman jagung. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah Trichoderma spp. dapat menimbulkan risiko pelemahan pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan dan Lahan Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Lampung pada Januari hingga Juni 2010. Perlakuan dalam percobaan ini disusun secara faktorial dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah tiga isolat Trichoderma spp. yang berasal dari dua lokasi yaitu dua isolat Trichoderma harzianum Koleksi Klinik HPT, isolat Trichoderma harzianum Lampung Utara, isolat Trichoderma viride Lampung Selatan, serta satu kontrol. Sedangkan faktor kedua adalah 3 varietas jagung yang terdiri dari varietas Jagung Manis Hibrid F1, varietas Bisi 816, varietas Bisi 16. Kombinasi perlakukan dengan ulangan menghasilkan 36 satuan percobaan, setiap satuan percobaan terdiri dari 2 polibag. Pengamatan dilakukan pada 6 hari setelah infestasi. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan sidik ragam dilanjutkan dengan uji beda nyata (BNT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Infestasi T. harzianum dan T. viride pada perakaran tanaman jagung berpengaruh nyata dalam mengurangi tinggi tanaman dan bobot kering jagung pada 6 hari setelah infestasi (15 hari setelah tanam) atau fase vegetatif. Tiga varietas tanaman jagung yaitu varietas JMH F1, varietas Bisi 816 dan varietas Bisi 16 yang digunakan pada penelitian tidak berpengaruh nyata dalam menurunkan bobot kering tanaman jagung pada hasil akhir pengamatan 43 hari setelah infestasi (83 hari setelah tanam). Abstract Trichoderma spp. is one of the bio-agents that has considerable potential and is effective as a bio-restraining agent in the disease control managed to corn plants. This research was directed toward identifying the risk in the application of Trichoderma spp. on corn plants, with the hypothesis that Trichoderma spp. could cause the risk of growth degeneration to the plants. The research was conducted at the Laboratory of Plant Pathology and on the Department of Plant Protection’s experiment plots, Faculty of Agriculture, University of Lampung, from January – June 2010. The treatments in the experiment were arranged factorially in randomized block design with three replications. The first factor is three isolates of Trichoderma spp. that originated from two locations: two isolates of Trichoderma harzianum obtained from the collection of Klinik HPT (Plant Pathology Clinic) i.e. an isolate of Trichoderma harzianum from North Lampung and an isolate of Trichoderma viride from South Lampung and one control isolate. The second factor is three varieties of corn which consist of Jagung Manis Hibrid F1, Bisi 816, and Bisi 16. The combinations of treatments with replications resulted in 36 experiment units, each consisting of 2 polybags. Observation was managed 6 days after infestation. The data obtained were analyzed using ANOVA test the next with least significant different (LSD) 5%. The result reveals that infestation of T. harzianum and T. viride on the root system of corn plants has significant effect in reducing plant’s height and dry mass 6 days after infestation (15 days after seeding) or at the vegetative phase. Three varieties corn of varieties JMH F1, varieties Bisi 816 and varieties Bisi 16 employed in the research show no significant effect on lessening the plant’s dry mass at the end of observation 43 days after infestation (83 days after seeding).

Jenis Karya Akhir: Artikel
Subyek:
Program Studi: FKIP > Prodi Pendidikan Ekonomi IPS
Pengguna Deposit: tik 14 . Digilib
Date Deposited: 21 Jan 2016 03:17
Terakhir diubah: 21 Jan 2016 03:17
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/18356

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir