DESKRIPSI TENTANG KONSEPSI PRESIDEN SOEKARNO DALAM PEMERINTAHAN INDONESIA TAHUN 1957

0513033004, ENDAH SURATRI (2010) DESKRIPSI TENTANG KONSEPSI PRESIDEN SOEKARNO DALAM PEMERINTAHAN INDONESIA TAHUN 1957. Digital Library.

[img]
Preview
Text
abstrak.pdf

Download (7Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
kesimpulan.pdf

Download (10Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
pendahuluan.pdf

Download (83Kb) | Preview

Abstrak

Pada masa awal kemerdekaan Indonesia kondisi politik belum stabil. Hal ini dapat dilihat, hingga tahun 1957 dalam pemerintahan Indonesia telah mengalami pergantian kabinet sebanyak delapan belas kali. Kabinet yang berdiri tidak ada yang mempu bertahan lama dan tidak dapat merealisasikan programnya dengan baik. Bahkan hasil pemilihan umum 1955 yang diharapkan dapat menghasilkan pemerintahan yang sungguh-sungguh mencerminkan perwakilan rakyat justru mengakibatkan perdebatan dalam tubuh Konstituante tentang ideologi antar partai politik mengenai dasar negara Republik Indonesia yaitu antara partai politik yang beraliran nasionalis, agama dan komunis. Ketidakstabilan politik diperparah dengan mundurnya Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden yang merasa tidak cocok dengan politik yang diterapkan oleh Soekarno yang kemudian mengakibatkan putusnya Dwitunggal Soekarno-Hatta, sehingga Demokrasi Parlementer ditandai oleh krisis integrasi dan instabilitas politik. Keadaan yang demikian memberikan peluang bagi Soekarno untuk membuka pintu baru perkembangan politik. Menurut Soekarno sistem politik yang selama ini digunakan harus diganti dengan sistem yang baru yaitu Sistem Demokrasi Terpimpin yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Gagasan ini dikenal dengan Konsepsi Presiden Soekarno. Namun, dalam perkembangannya konsepsi Presiden Soekarno menimbulkan pro dan kontra yang berdampak pada pemerintahan Indonesia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah dampak Konsepsi Presiden Soekarno dalam pemerintahan Indonesia dibidang politik tahun 1957- 1959? Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian historis dengan teknik pengumpulan data melalui teknik kepustakaan dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Endah Suratri Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kembali Konsepsi Presiden Soekarno dalam pemerintahan Indonesia dibidang politik tahun 1957-1959. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa instabilitas politik hingga tahun 1957 yang tak kunjung usai mendorong Presiden Soekarno mengemukakan konsepsinya tentang gagasan menuju Demokrasi Terpimpin yang dirasakan lebih cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia. Langkah pelaksanaan konsepsinya untuk merealisasikan cita-cita menuju Demokrasi Terpimpin, Presiden Soekarno membentuk kabinet baru dan membentuk Dewan Nasional. Dampak yang ditimbulkan dari konsepsi Presiden yaitu terjadi perdebatan dikalangan politisi pada masa Demokrasi Parlementer, adanya tindakan menentang pemerintah pusat dan berlakunya keadaan darurat perang (S.O.B), terbentunya kabinet Djuanda, terbentuknya Dewan Nasional dan Lahirnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan Demokrasi Terpimpin. Kesimpulan dari penelitian deskripsi tentang konsepsi Presiden Soekarno dalam pemerintahan Indonesia tahun 1957 adalah membenarkan bahwa Konsepsi Presiden tahun 1957 merupakan gagasan mengenai Demokrasi Terpimpin yang dikemukakan oleh Soekarno yang berkedudukan sebagai presiden atas realitas politik saat itu.

Tipe Karya Ilmiah: Artikel
Subyek: A General Works = Karya Karya Umum
Program Studi: FKIP > Prodi PPKN
Depositing User: IC-STAR . 2015
Date Deposited: 21 Jan 2016 03:57
Last Modified: 21 Jan 2016 03:57
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/18616

Actions (login required)

View Item View Item