PENGARUH PEMBERIAN NAA (Naphthalena Acetic Acid) DAN KONSENTRASI IBA (Indole Butyric Acid) TERHADAP KEBERHASILAN PENYETEKAN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz and Pav.)

NN, Rudianto (2012) PENGARUH PEMBERIAN NAA (Naphthalena Acetic Acid) DAN KONSENTRASI IBA (Indole Butyric Acid) TERHADAP KEBERHASILAN PENYETEKAN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz and Pav.). Digital Library.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (85Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
I. Pendahuluan.pdf

Download (222Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
V. Kesimpulan dan Saran.pdf

Download (4Kb) | Preview

Abstrak

ABSTRAK. Tanaman sirih merah (Piper crocatum Ruiz and Pav.) merupakan tanaman hias yang sekaligus berkhasiat sebagai tanaman obat. Tanaman sirih mempunyai banyak manfaat sehingga dibutuhkan teknik perbanyakan yang tepat. Salah satu teknik perbanyakan sirih merah adalah dengan setek batang. Indikator keberhasilan dalam penyetekan adalah tumbuhnya akar. Salah satu tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan tingkat keberhasilan setek sirih merah adalah dengan penambahan zat perangsang akar dari luar (eksogen) seperti NAA (Naphthelena acetic acid) dan IBA (Indole butyric acid) Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui perbedaan pertumbuhan setek sirih merah yang diberi NAA dan tidak diberi NAA pada media pasir malang, (2) Mengetahui konsentrasi IBA yang menghasilkan pertumbuhan setek sirih merah yang terbaik pada media pasir malang, (3) Mengetahui pengaruh pemberian NAA dan konsentrasi IBA yang digunakan. Rudianto Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Gedung Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Lampung, mulai bulan November 2008 sampai Januari 2009. Rancangan perlakuan disusun secara faktorial (2 x 4), dengan faktor pertama adalah pemberian NAA dengan konsentrasi 1000 ppm (A0) dan tanpa NAA (A1). Faktor yang kedua adalah pemberian IBA dengan konsentrasi 0 ppm (B0), 1000 ppm (B1), 2000 ppm (B2), dan 4000 ppm (B3). Perlakuan diterapkan pada petak percobaan dalam Rancangan Kelompok Teracak Sempurna (RKTS). Pengelompokan dilakukan berdasarkan pada penempatan setek yang telah ditanam yaitu kelompok I: bagian tepi sebelah Timur yang banyak mendapat sinar matahari pagi, kelompok II: bagian Tengah yang banyak mendapat sinar matahari siang , dan kelompok III: bagian tepi sebelah Barat yang banyak mendapat sinar matahari sore. Total kombinasi perlakuan berjumlah 8 dan setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Jumlah setek pada setiap perlakuan sebanyak 5 setek. Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlett dan kemenambahan uji diuji dengan uji Tukey. Jika asumsi terpenuhi maka data dianalisis ragam, kemudian dilanjutkan pemisahan nilai tengah dengan BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian NAA 1000 ppm menghasilkan pertumbuhan setek sirih merah yang lebih baik daripada tanpa NAA pada jumlah akar pada buku, jumlah akar pada pangkal setek, dan panjang akar terpanjang pada pangkal setek, kecuali pada variabel waktu membuka daun. Tanpa pemberian IBA pada penyetekan tanaman sirih merah memberikan pengaruh nyata pada variabel waktu membuka daun dan pemberian IBA 4000 ppm berpengaruh nyata pada jumlah akar pada pangkal setek. Tanpa pemberian Rudianto NAA dan IBA 4000 ppm, NAA 1000 ppm dan IBA 1000 atau 2000 ppm menghasilkan pengaruh nyata pada variabel jumlah akar pada pangkal setek, pada NAA 1000 ppm dan IBA 4000 ppm menghasilkan pengaruh nyata pada panjang akar terpanjang pada pangkal setek, dan tanpa pemberian NAA dan IBA atau NAA 1000 ppm dan IBA 2000 ppm menghasilkan pengaruh nyata pada jumlah daun.

Tipe Karya Ilmiah: Artikel
Subyek: A General Works = Karya Karya Umum
Program Studi: Fakultas Pertanian > Prodi Budidaya Perairan
Depositing User: tik 11 . Digilib
Date Deposited: 22 Jan 2016 04:24
Last Modified: 22 Jan 2016 04:24
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/18820

Actions (login required)

View Item View Item