PENGARUH KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI KEPALA SEKOLAH TERHADAP TINGKAT KEDISIPLINAN GURU DALAM MELAKSANAKAN TUGAS DI MTs.AL- ITTIHADIYAH MEKARSARI KECAMATAN WAY SULAN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2010/2011

0713032005, Eka Meliawati (2016) PENGARUH KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI KEPALA SEKOLAH TERHADAP TINGKAT KEDISIPLINAN GURU DALAM MELAKSANAKAN TUGAS DI MTs.AL- ITTIHADIYAH MEKARSARI KECAMATAN WAY SULAN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2010/2011. Digilib Library.

[img]
Preview
File PDF
0713032005-ABSTRAK.pdf

Download (15Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
0713032005-kesimpulan.pdf

Download (11Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
0713032005-pendahuluan.pdf

Download (58Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Komuniksi merupakan hubungan timbal balik antara satu orang atau lebih dengan orang lain yang saling mempengaruhi satu sama lain, melalui pertukaran informasi yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam. Kedisiplinan adalah suatu ketaatan dan kepatuhan terhadap waktu, peraturan, ketentuan dan norma-norma yang berlaku, didasari dengan keikhlasan hati dan terlepas dari kondisi emosi. Oleh karena itu, masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah kedisiplinan guru di MTs. Al-ittihadiyah masih tergolong rendah, sehingga tujuan yang akan dicapai adalah meningkatnya kedisiplinan kerja guru dengan melihat pola, intensitas dan isi komunikasi antar pribadi kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan populasi sebanyak 23 orang yang terdiri dari kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukan bahwa distribusi frekuensi tentang pengaruh pola, intensitas, dan isi komunikasi antar pribadi kepala sekolah terhadap tingkat kedisiplinan guru, dimana dari 22 responden terdapat 27,3 % memiliki kategori berpengaruh, dengan komunikasi kepala sekolah yang efektif maka kedisiplinan guru akan meningkat. 31,8 % memiliki kategori kurang berpengaruh. Sedangkan 40,9 % memiliki kategori sangat berpengaruh. Berdasarkan analisis data distribusi frekuensi tentang kedisiplinan guru, diketahui bahwa 18,2 % guru memiliki disiplin kerja yang rendah. 31,8 % guru memiliki disiplin kerja sedang, hal ini dapat dilihat dari tingkat kinerja yang baik dalam melaksanakan tugasnya. Sedangkan 50 % guru memiliki disiplin kerja tinggi hal ini dapat dilihat dari seorang guru dalam melaksanakan tugasnya dengan baik serta selalu belajar untuk memperoleh pengetahuan yang baru. Dengan demikian, pola, intensitas, dan isi komunikasi antar pribadi kepala sekolah terhadap tingkat kedisiplinan guru cenderung memiliki kategori sangat berpengaruh.

Jenis Karya Akhir: Artikel
Subyek:
Program Studi: FKIP > Prodi PPKN
Pengguna Deposit: . . Yulianti
Date Deposited: 25 Jan 2016 08:13
Terakhir diubah: 25 Jan 2016 08:13
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/19775

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir