PERSEPSI MASYARAKAT ETNIK JAWA TIMUR TERHADAP PERKAWINAN USIA MUDA DI DESA KAHURIPAN JAYA KECAMATAN BANJAR BARU KABUPATENTULANG BAWANG TAHUN 2010

0713032051, WIKI WULANDARI (2016) PERSEPSI MASYARAKAT ETNIK JAWA TIMUR TERHADAP PERKAWINAN USIA MUDA DI DESA KAHURIPAN JAYA KECAMATAN BANJAR BARU KABUPATENTULANG BAWANG TAHUN 2010. Digilib Library.

[img]
Preview
File PDF
0713032051-abstrak.pdf

Download (15Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
0713032051-kesimpulan.pdf

Download (15Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
0713032051-pendahuluan.pdf

Download (71Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Perkawinan merupakan ajang baru dalam mengarungi hidup orang dewasa atau sebagai ajang untuk mengasah kemampuan dalam mencapai sesuatu yang lebih tinggi. Selain itu perkawinan juga merupakan kehidupan orang dewasa yang memadukan dua insan yang memiliki perbedaan latar belakang kehidupan dan lingkungan yang membesarkannya dalam ikatan yang sah menurut agama dan undang-undang yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Masyarakat Etnik Jawa Timur Terhadap Perkawinan Usia Muda Di Desa Kahuripan Jaya Kecamatan Banjar Baru Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2010. Penelitian ini akan menjelaskan Persepsi Masyarakat Etnik Jawa Timur Terhadap Perkawinan Usia Muda dilihat dari alasan mereka menyetujui perkawinan usia muda dari berbagai alasan yang mendasarinya. Bisa karena pendidikan, pendapatan, kebiasaan, faktor ekonomi dan pergaulan dalam masyarakat itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan populasi yang berjumlah 24 orang responden. Pengumpulan data menggunakan angket dan observasi sebagai teknik pokok, sedangkan penunjangnya adalah wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah rumus interval dan presentasi dan rumus frekuensi. Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa dilihat dari pendidikan orang tuanya dengan kategori bersekolah adalah 2 responden (8,3 %), berkategori pernah bersekolah adalah 4 responden (16,7 %), dan berkategori tidak bersekolah adalah 18 responden (75 %). Berdasarkan pendapatan orang tua dengan kategori diatas rata-rata ada 3 responden (12,5 %), berkategori rata-rata adalah 4 responden (16,7 %), dan berkategori dibawah rata-rata adalah 17 responden (70,8 %). Berdasarkan kebiasaan dengan kategori tidak setuju adalah 1 responden (4,2 %), berkategori kurang setuju adalah 3 responden (12,5 %), dan berkategori sangat setuju adalah 20 responden (83.3 %). Berdasarkan faktor ekonomi dengan kategori mampu adalah 5 responden (20,8 %), berkategori kurang mampu adalah 3 responden (12,5 %), dan berkategori tidak mampu adalah 16 responden (66,7 %). Berdasarkan faktor pergaulan dengan kategori tidak setuju adalah 3 responden (12,5 %), berkategori kurang setuju adalah 5 responden (20,8 %), dan berkategori sangat setuju adalah 16 responden (66,7 %). Sedangkan Persepsi Masyarakat Etnik Jawa Timur Terhadap Perkawinan Usia Muda Di Desa Kahuripan Jaya Kecamatan Banjar Baru Kabupaten Tulang Bawang masih berkategori tidak setuju adalah 4 responden (16,7 %), berkategori kurang setuju adalah 6 responden (25 %), dan berkategori sangat setuju adalah 14 responden (58,3 %). Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa Persepsi Masyarakat Etnik Jawa Timur Terhadap Perkawinan Usia Muda Di Desa Kahuripan Jaya Kecamatan Banjar Baru Kabupaten Tulang Bawang tahun 2010 sangat setuju dengan adanya perkawinan usia muda karena merupakan hal yang wajar bagi masyarakat Etnik Jawa Timur yang berpendidikan rendah. Kerena mengikuti kebiasaan dalam masyarakatnya dan dapat mengurangi beban ekonomi keluarga.

Jenis Karya Akhir: Artikel
Subyek:
Program Studi: FKIP > Prodi PPKN
Pengguna Deposit: . . Yulianti
Date Deposited: 25 Jan 2016 12:28
Terakhir diubah: 25 Jan 2016 12:28
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/19944

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir