STUDI KASUS TENGANG KOORDINASI ISOLASI GARDU INDUK SUKARAME 150 KV

Nn, Dharma Ary Wibowo (2012) STUDI KASUS TENGANG KOORDINASI ISOLASI GARDU INDUK SUKARAME 150 KV. digital library.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK1.pdf

Download (10Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

abstrak Tegangan lebih transien yang berpengaruh terhadap gardu induk ada dua, yaitu tegangan surja switching dan tegangan surja petir. Untuk tegangan 150 kV hanya memperhatikan pengaruh tegangan lebih transien akibat surja petir. Jika terjadi sambaran petir pada saluran transmisi, maka gelombang tegangan surja dapat mengalir ke gardu induk. Untuk menjaga peralatan-peralatan pada gardu induk dari kerusakan akibat surja petir, maka yang harus diperhatikan adalah sistem koordinasi isolasi. Koordinasi isolasi terdiri dari tingkat isolasi pada peralatan, rating dan jarak arester surja dengan peralatan yang dilindungi, jarak aman phasaphasa dan phasa-ground, dan shielding. Penelitian ini menggunakan ATP/EMTP untuk mensimulasi pengaruh surja petir terhadap peralatan gardu induk. Saluran transmisi dan gardu induk dimodelkan berdasarkan standar IEEE, kemudian disimulasikan pada ATP/EMTP dengan memberikan arus surja pada tiap menara transmisi. Data tersebut digunakan untuk menganalisis tingkat isolasi dasar peralatan dan jarak aman (clearance). Sedangkan untuk menggambarkan daerah perlindungan dari kawat pentanahan pada gardu induk sukarame digunakan Autodesk 3dsmax 9. Dari hasil simulasi dan pembahasan didapatkan bahwa pemilihan tingkat isolasi dasar untuk seluruh peralatan pada sisi setelah busbar seperti disconnecting switch, current transformer, circuit breaker dan transformator daya mampu menahan arus surja yang datang dari saluran transmisi sampai dengan 1 10 kA. Namun untuk peralatan pada sisi sebelum busbar seperti capasitor voltage transformer, disconnecting switch, current transformer dan circuit breaker hanya mampu menahan arus surja sampai 60 kA. Tegangan discharge arester surja yang digunakan pada belum memenuhi hasil perhitungan. Untuk jarak arester surja ke peralatan (transformator) masih dalam jarak perlindungan yang aman. Untuk jarak aman (clearance) antar phasa-phasa dan phasa-ground masih dalam batas minimum. Sedangkan, perlindungan dengan kawat pentanahan belum mampu memberikan perlindungan pada transformator terhadap sambaran petir langsung. Kata kunci: Koordinasi isolasi, surja petir, arester surja, shielding, jarak aman, ATP/EMTP abstract There are two transient overvoltages that effect on substation, switching overvoltages and lightning overvoltages. For system voltage 150 kV voltage is only considering the influence of overvoltage transients caused by lightning surge. If occur lightning strikes at the transmission line, lightning surge can enter to substation. Coordination of insulation important for protection all equipment in substation from damage cause by lightning surge. Coordination of insulation consist of basic insulation level (BIL), rating and location of surge arrester, clearance phasa-phasa and phasa-ground, and type of substation shielding. This research using ATP/EMTP to simulation effect of lightning surge on substation equipment. Transmission line and substations are modeled based on the IEEE standard, then those model are simulated in ATP/EMTP by giving the current surge at each transmission tower. Surge voltage wave from that measured at all substations equipment used to analyze the basic insulation level of equipment and clearance. For describe the area of protection of the earthing wire at the substation Sukarame used Autodesk 3dsmax 9. Simulation results and analysis showed that selection of basic insulation level for all the equipment after the busbar side, as disconnecting switch, current transformer, circuit breaker and power transformer able to withstand surge currents coming from the transmission line up to 1 10 kA. But, for the equipment before the busbar side, as capasitor voltage transformer, disconnecting switch, current transformer and circuit breaker only be able to withstand surge currents up to 70 kA. Discharge voltage surge arrester used in not appropriate with the calculation results. For the distance to the surge arrester equipment (transformers) is still within a safe distance protection. For clearance on the substation is above the minimum threshold. However, for shielding protection by ground steel wire at the substation has not been able to provide good protection against direct lightning strikes. Kata kunci: Coordination of insulation, lightning surge, surge arrester, shielding, clearence, ATP/EMTP

Jenis Karya Akhir: Artikel
Subyek:
Program Studi: FKIP > Prodi Bahasa Inggris
Pengguna Deposit: UPT . Digilib4
Date Deposited: 25 Jan 2016 12:57
Terakhir diubah: 25 Jan 2016 12:57
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/20022

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir