EVALUASI RAGAM GENETIK DAN HERITABILITAS JAGUNG (Zea mays L) KULTIVAR SINTETIK LA-1 DAN HIBRIDA LA-2 DAN LA-4 PADA SP36 SEBAGAI LINGKUNGAN FOSFOR PEMBEDA

0414012043, Riris Ristiana EVALUASI RAGAM GENETIK DAN HERITABILITAS JAGUNG (Zea mays L) KULTIVAR SINTETIK LA-1 DAN HIBRIDA LA-2 DAN LA-4 PADA SP36 SEBAGAI LINGKUNGAN FOSFOR PEMBEDA. Digital Library.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (9Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (13Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (110Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (112Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR TABEL.pdf

Download (11Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
I.pdf

Download (161Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
II.pdf

Download (216Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
III.pdf

Download (220Kb) | Preview
[img] Text
IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (307Kb)
[img]
Preview
Text
Judul Skripsi.pdf

Download (7Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Lampian.pdf

Download (495Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Lembar Pengesahan.pdf

Download (5Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
LembarPersetujuan.pdf

Download (7Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Persembahan.pdf

Download (36Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
RIWAYAT HIDUP.pdf

Download (103Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
SANWACANA.pdf

Download (123Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
V.pdf

Download (9Kb) | Preview

Abstrak

Pemuliaan tanaman telah menghasilkan bibit unggul yang meningkatkan hasil pertanian secara signifikan. Melalui proses seleksi tanaman yang diikuti dengan penyilangan dihasilkan tanaman pangan serta tanaman industri yang memiliki potensi genetik untuk berdaya hasil tinggi. Rendahnya produktivitas jagung di Indonesia disebabkan oleh penanaman kultivar unggul yang belum meluas dan budidaya yang belum baik. Benih jagung unggul hibrida dijual dengan harga yang cukup mahal. Paket teknologi yang menyertai penanamannyapun membutuhkan biaya tinggi. Hal ini yang menyebabkan belum banyak petani yang menanam benih unggul hibrida. Benih jagung sintetik dapat menjadi alternatif benih kultivar unggul. Harga benih jagung sintetik lebih murah daripada benih jagung hibrida dengan produksi yang cukup baik Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mencari perbedaan keragaan fenotipik antar hibrid pada lingkungan SP36; (2) mengetahui respon jagung kultivar LA-1, LA-2 dan LA-4 pada lingkungan fosfor sebagai pembeda; (3) mengetahui perbedaan ragam genetik dan heritabilitas untuk sifat interest yang dievaluasi; (4) menetapkan sifat interest yang cocok untuk pembeda kultivar yang diuji berdasarkan sidik lintas. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Politeknik Negeri Natar Lampung Selatan dari bulan Februari 2008 samapai bulan Mei 2008. Perlakuan disusun berdasarkan RPT-RKTS dua faktor dengan varietas sebagai anak petak dan taraf dosis sebagai petak induk, masing-masing petak induk diulang dua kali. Perlakuan terdiri atas pupuk SP36 Low (60 kg/ha), Medium (120 kg/ha), dan High (180 kg/ha). Hasil penelitin ini menunjukan bahwa (1) terdapat perbedaan keragaan fenotipe hibrid, kultivar yang terbaik adalah kultivar LA4 diikuti oleh kultivar LA2 dan kultivar sintetik LA1; (2) lingkungan fosfor pembeda yang digunakan belum mampu membedakan ketiga kultivar tersebut; (3) tidak terdapat perbedaan ragam genetik dan heritabilitas pada ketiga kultivar tersebut; (4) tidak terdapat perbedaan sifat interest untuk pembeda kultivar yang diuji berdasarkan sidik lintas.

Tipe Karya Ilmiah: Artikel
Subyek: A General Works = Karya Karya Umum
Program Studi: Fakultas Pertanian
Depositing User: tik21 . Digilib
Date Deposited: 25 Jan 2016 13:15
Last Modified: 25 Jan 2016 13:15
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/20066

Actions (login required)

View Item View Item