PERBEDAAN SIFAT KIMIA TANAH DALAM PERAKARAN BEBERAPA JENIS TUMBUHAN PADA TOPSOIL DAN SUBSOIL TANAH MARGINAL

Imam Suroso, SHIAMITA KUSUMA DEWI (2014) PERBEDAAN SIFAT KIMIA TANAH DALAM PERAKARAN BEBERAPA JENIS TUMBUHAN PADA TOPSOIL DAN SUBSOIL TANAH MARGINAL. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
COVER DALAM.pdf - Published Version

Download (30Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (10Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
MENYETUJUI.pdf - Published Version

Download (184Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
MENGESAHKAN.pdf - Published Version

Download (189Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (94Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (60Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (71Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (73Kb) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (390Kb)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (48Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
PUSTAKA ACUAN.pdf

Download (79Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
LAMPIRAN 1.pdf

Download (501Kb) | Preview

Abstrak

Kebutuhan akan tanah produktif terus meningkat, tetapi ketersediaannya terbatas, sehingga perbaikan lahan marginal perlu dilakukan, salah satunya dengan introduksi C-Organik asal tumbuhan. Introduksi C-Organik dapat dilakukan dengan pemberian serasah atau penanaman vegetasi yang berpotensi memperbaiki sifat kimia tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbedaan sifat kimia tanah dalam perakaran beberapa jenis tumbuhan dan mengetahui tumbuhan yang paling memengaruhi perbedaan sifat kimia tanah. Penelitian dilakukan di rumah kaca dan Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari bulan Januari sampai Maret 2013. Penelitian menggunakan Rancangan Split-Split Plot terdiri dari 3 faktor dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa introduksi C-Organik melalui penanaman vegetasi Asystasia gangetica, Arachis pintoi, Widelia sp., Paspalum conjugatum, dan Pennisetum purpureum menyebabkan sifat kimia (pH, K-dd, dan C-Organik) tanah Jabung dan tanah Shiamita Kusuma Dewi Tanjung Bintang berbeda, baik pada lapisan topsoil maupun subsoil. Setelah penanaman, reaksi tanah pada tanah Jabung secara umum lebih asam dibandingkan tanah Tanjung Bintang, menunjukkan lebih tingginya kapasitas sangga tanah Jabung dalam menetralisasi alkalinisasi akibat tanaman. A. pintoi mengakibatkan pH terendah pada tanah Jabung dan Widelia sp. juga mengakibatkan pH terendah pada tanah Tanjung Bintang, menunjukkan kedua tanaman ini menyebabkan tanah lebih asam. Kandungan C-Organik tanah Jabung lebih tinggi dibanding tanah Tanjung Bintang, di topsoil lebih tinggi daripada di subsoil pada kedua jenis tanah, tetapi tidak dipengaruhi jenis tumbuhan. Kandungan K-dd tanah Jabung lebih tinggi dibanding Tanjung Bintang, K-dd pada tanah dengan tanaman A. pintoi lebih tinggi dibanding tanaman lain. Bobot kering brangkasan tanaman di tanah Jabung secara umum lebih tinggi dibanding di tanah Tanjung Bintang dan di topsoil lebih tinggi daripada di subsoil. Bobot kering brangkasan tertinggi didapat akibat ditanami P. purpureum dan terendah akibat ditanami A. pintoi. Bobot kering akar pada tanah Jabung lebih tinggi dibanding pada Tanjung Bintang, dan lebih tinggi pada subsoil daripada pada topsoil. Bobot kering brangkasan berbanding lurus dengan K-dd. Kata kunci : C-Organik, Gulma, Kalium, Reaksi Tanah, Tanah Marginal.

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: Q Science (General) > QD Chemistry
Pertanian > Pertanian ( Umum )
Program Studi: Fakultas Pertanian > Prodi Agroteknolgi
Depositing User: A.Md Cahya Anima Putra .
Date Deposited: 16 Jun 2014 07:08
Last Modified: 16 Jun 2014 07:08
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/2022

Actions (login required)

View Item View Item