UPAYA KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI KONFLIK ANTAR MASYARAKAT TANJUNG BINTANG LAMPUNG SELATAN

Agustian Sinurat, 1212011018 (2016) UPAYA KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI KONFLIK ANTAR MASYARAKAT TANJUNG BINTANG LAMPUNG SELATAN. Fakultas Hukum, Universitas Lampung.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (19Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2128Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2092Kb) | Preview

Abstrak

ABSTRAK UPAYA KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI KONFLIK ANTAR MASYARAKAT TANJUNG BINTANG LAMPUNG SELATAN Oleh Agustian Sinurat Pemberitaan di berbagai media massa dan media elektronik yang menunjukkan bahwa seseorang melakukan tindakan kekerasan yang diantaranya yaitu konflik dengan berbagai jenisnya dikarenakan pola pikir yang masih rendah penyebab dari tingkat pendidikan yang rendah. Seseorang berfikir dengan konflik masalah akan terselsaikan, akan tetapi apapun alasannya konflik tidak dapat dibenarkan dan perlu mendapatkan perhatian yang serius karena tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat dan dapat mengganggu kestabilan keharmonisan bermasyarakat. Seperti hal nya konflik antar masyarakat sebagaimana yang telah terjadi di kabupaten Tanjung Bintang. Berdasarkan hal-hal yang tersebut diatas, maka rumusan masalah yang timbul adalah apa saja faktor penyebab terjadinya konflik antar masyarakat khususnya di wilayah kecamatan Tanjung Bintang kabupaten Lampung Selatan, bagaimana upaya polri dalam menanggulangi konflik antar masyarakat khususnya di wilayah kecamatan Tanjung Bintang kabupaten Lampung Selatan, dan faktor-faktor apa yang menghambat polri dalam upaya penanggulangan konflik antar masyarakat di wilayah kecamatan Tanjung Bintang kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini penulis lakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis empiris adalah pendekatan yang dilakukan dengan mempelajari kenyataan yang ada dilapangan guna mendapatkan data dan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya mengenai upaya kepolsian dalam menanggulangi konflik antar masyarakat dengan kekerasan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan penyebab konflik dengan kekerasan berdasarkan teori psikogenis adalah intelegensi dan kemerosotan moral, berdasarkan teori sosiologis adalah lingkungan pergaulan dan pendidikan. Berdasarkan teori subkultur adalah lingkungan tempat tinggal, lingkungan tempat terjadinya perkara, faktor ekonomi, dan faktor korban itu sendiri. upaya yang dilakukan kepolisisan sektor Tanjung Bintang dalam menanggulangi konflik dengan kekerasan adalah lebih memperhatikan pada upaya preventif dengan cara menghidupkan siskamling yang dihimbau oleh babinkamtibmas, memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk tidak Agustian Sinurat membuat masalah, menghimbau kepada masyarakat untuk menjadi polisi terhadap diri sendiri, menghimbau masyarakat untuk segera melapor polisi jika melihat atau mengalami tindak kriminal, dan pihak Kepolisian Tanjung Bintang melakukan operasi umum yang rutin dilakukan setiap hari dan setiap malam melakukan kegiatan patroli. Kepolisian Sektor Tanjung Bintang pun melakukan upaya represif yang diantaranya yaitu melalui satuan Reserse nya mengambil tindakan hukum berupa melakukan penyelidikan terhadap para pelaku konflik untuk mendapatkan para pelakunya dan melakukan penyidikan terhadap para pelaku yang telah tertangkap untuk diajukan ke penuntut umum. Faktor penghambat Kepolisian Sektor Tanjung Bintang dalam upaya memnaggulanggi konflik antar masyarakat di kecamatan Tanjung Bintang dikarenakan faktor masyarakat yaitu masyarakat kurang pro aktif dalam merespon himbauan Kepolisian untuk melakukan siskamling, masyarakat enggan melapor dan menjadi saksi, dan rusaknya TKP (Tempat Kejadian Perkara). Faktor penegak hukum yaitu pihak Kepolisian mengalami kesulitan untuk melakukan penyelidikan jika pelaku melarikan diri ke luar Sumatera dan kekurangan jumlah personel. Faktor sarana atau fasilitas jalanan yang rusak. Saran penulis perlu sosialisasi akan pentingnya suatu pendidikan yang dapat membentuk moral dan psikis seseorang, pembangunan infrastruktur jalan, masyarakat diharapkan untuk mematuhi himbauan, dalam melakukan penanggulangan secara represif, pemutusan mata rantai kejahatan tindak pidana pencurian sepeda motor dengan kekerasan sangat diperlukan. Pihak Kepolisian diharapkan melakukan operasi pengamanan secara keseluruhan pada daerahdaerah rawan kejahatan secara konsisten dan melakukan pengawasan terhadap warga yang ada di kecamatan untuk menghindari terjadinya konflik dengan kekerasan. Penambahan anggota Kepolisian Sektor Tanjung Bintang juga dibutuhkan khususnya penambahan jumlah anggota Reserse Kriminal, masyarakat melakukan siskamling setiap hari guna menjadikan masyarakat sebagai polisi untuk diri nya sendiri. masyarakat segera melapor kepada polisi dan bersedia menjadi saksi. Kata Kunci : Upaya, Penanggulangan, Polri, Konflik.

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: Hukum Pidana
Program Studi: Fakultas Hukum > Prodi Ilmu Hukum S1
Depositing User: 7066769 . Digilib
Date Deposited: 29 Feb 2016 06:23
Last Modified: 29 Feb 2016 06:23
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/21266

Actions (login required)

View Item View Item