PENGARUH SUHU PEMADATAN CAMPURAN UNTUK PERKERASAN LAPIS ANTARA (AC-BC)

BUDI RAHARJO , 0915011043 (2016) PENGARUH SUHU PEMADATAN CAMPURAN UNTUK PERKERASAN LAPIS ANTARA (AC-BC). FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK (ABSTRACT).pdf

Download (179Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2698Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1958Kb) | Preview

Abstrak

ABSTRAK Besar suhu dalam pemadatan campuran aspal sangat berpengaruh terhadap karakteristik lapisan aspal. Salah satu metode yang digunakan untuk rancangan perkerasan lentur adalah metode Marshall. Metode Marshall tersebut menetapkan parameter besar suhu untuk benda uji kondisi lalu lintas berat adalah 145ºC. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi perubahan suhu pada proses pemadatan aspal panas (asphalt hotmix) lapis antara (AC-BC) terhadap parameter Marshall dengan acuan kepada Spesifikasi Bina Marga 2010. Penelitian ini menggunakan gradasi pada spesifikasi umum 2010 untuk campuran Asphalt Concrete – Binder Course (AC-BC) gradasi halus untuk batas tengah dan batas bawah, kemudian data hasil pengujian dianalisis dengan persamaan yang mencakup parameter MarshallI maka diperoleh kadar aspal optimum yang dipergunakan sebagai kadar aspal dalam pencampuran yang dilakukan dengan variasi suhu pemadatan yaitu 155oC, 145oC, 135oC, 125oC, 115oC Kemudian dilakukan uji Marshall untuk mengetahui pengaruh yang terjadi dari variasi jumlah tumbukan terhadap karakteristik campuran beraspal. Berdasarkan analisa pada pengolahan data diperoleh bahwa nilai kadar aspal yang digunakan untuk batas tengah yaitu 6,1% dan batas bawah 6.85%. Dari hasil pengujian Marshall pada suhu 135ºC, 145ºC, dan 155ºC pada batas tengah telah memenuhi semua parameter Marshall. Hanya pada suhu 125ºC dan 115ºC yang tidak memenuhi parameter Marshall dikarenakan nilai Void in Mix (VIM) dan nilai Marshall Quotient (MQ) tidak masuk Spesifikasi Bina Marga 2010. Sedangkan pengujian Marshall batas bawah pada suhu 115ºC, 125ºC, dan 135ºC tidak memenuhi semua parameter Marshall, dikarenakan nilai Marshall Quotient (MQ) tidak masuk Spesifikasi Bina Marga 2010. Kata Kunci : Suhu pemadatan, Spesifikasi Bina Marga 2010, Marshall, Asphalt Concrete – Binder Course (AC-BC) ABSTRACT Large temperature in a mixture of asphalt compaction affects the characteristics of the asphalt layer. One of the methods used for the design of flexible pavements is Marshall method. Marshall method defines a major parameter for the specimen temperature heavy traffic conditions are 145ºC. The main objective of this study was to determine the influence of variations of temperature changes on the asphalt compaction process heat (hot mix asphalt) layer between (AC - BC) against Marshall parameter with reference to the specifications of Highways in 2010. This study uses the gradation on the 2010 common specifications, for a mixture of Asphalt Concrete - Binder Course (AC - BC) fine gradations for middle limit and lower limit, then the test data were analyzed with the equation which includes parameters MarshallI then obtained the optimum bitumen content that is used as a bitumen content the mixing was done by varying the temperature of compaction is 155oC, 145oC, 135oC, 125oC, 115oC Marshall test was then performed to determine the effect of variations in the number of collisions occur on the characteristics of asphalt mixture. Based on the analysis of data processing obtained that the value content of asphalt used for middle limit is 6.1 % and the lower limit of 6.85 %. From the test results Marshall at a temperature of 135ºC, 145ºC and 155ºC in the middle limit has met all the parameters Marshall. Only at a temperature of 125ºC and 115ºC that do not meet the parameters Marshall Void in value due Mix (VIM) and the Marshall Quotient (MQ) do not enter Specifications Highways Marshall 2010. While testing the lower limit on the temperature 115ºC, 125ºC and 135ºC does not meet all the parameters Marshall, because the value of Marshall Quotient (MQ) did not enter the specifications of Highways in 2010. Keywords : Solidification temperature , Specification for Highways 2010, Marshall , Asphalt Concrete - Binder Course (AC - BC)

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: Q Science (General)
Program Studi: Fakultas Teknik > Prodi Sipil
Depositing User: 3200400 . Digilib
Date Deposited: 01 Mar 2016 04:45
Last Modified: 01 Mar 2016 04:45
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/21323

Actions (login required)

View Item View Item