PENGARUH VARIASI WAKTU PEMERAMAN TERHADAP NILAI UJI KUAT TEKAN BEBAS PADA TANAH LEMPUNG DAN LANAU YANG DISTABILISASI MENGGUNAKAN SEMEN PADA KONDISI RENDAMAN

DINDHA AMALIA SYANANTA, 1115011022 (2016) PENGARUH VARIASI WAKTU PEMERAMAN TERHADAP NILAI UJI KUAT TEKAN BEBAS PADA TANAH LEMPUNG DAN LANAU YANG DISTABILISASI MENGGUNAKAN SEMEN PADA KONDISI RENDAMAN. FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK BAHASA INGGRIS & INDONESIA.pdf

Download (14Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (1566Kb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (921Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Tanah di Indonesia sebagian besar merupakan tanah lempung dan lanau, yang cenderung tidak stabil, diantaranya daya dukung dan penurunan tanah. Untuk memperbaiki tanah tersebut dibutuhkan stabilisasi tanah diantaranya menggunakan bahan tambahan (additive). Uji kuat tekan bebas (Unconfined Compression Test) merupakan cara yang dilakukan di laboratorium untuk mengukur kuat tekan yang diberikan sampai tanah tersebut terpisah dari butiranbutirannya juga mengukur regangan tanah akibat tekanan tersebut.Dalam penelitian ini akan dilakukan uji kuat tekan bebas serta untuk memperbaiki mutu tanah digunakan bahan pencampur berupa semen dengan variasi pemeraman 7 hari, 14 hari dan 28 hari agar dapat mengetahui kekuatan optimal pada tanah lempung maupun lanau. Dari pengaruh variasi waktu pemeraman terhadap nilai uji kuat tekan bebas didapat peningkatan nilai kuat tekan bebas tertinggi pada campuran semen dengan variasi waktu pemeraman 14 hari sebesar 0,5927 kg/cm2 untuk tanah lempung. Pada tanah lanau peningkatan nilai kuat tekan bebas tertinggi dengan variasi waktu pemeraman 14 hari sebesar 0,5819 kg/cm2. Dalam kondisi optimal pengaruh campuran semen pada tanah lempung dan tanah lanau terjadi pada campuran semen 9% dengan waktu pemeraman 14 hari. Dari hasil yang didapat memperlihatkan sejalan dengan peningkatan kadar semen, terjadi peningkatan nilai qu. Dengan bertambahnya waktu pemeraman maka nilai kuat tekan juga mengalami peningkatan. Kata kunci : kuat tekan, semen, pemeraman, tanah lempung, tanah lanau ABSTRAK BAHASA INGGRIS Soil in Indonesia are mostly clay and silt, which tend to be unstable, such as the soill support, compressive strength of soil and land subsidence. To improve the land needed including soil stabilization using additional materials (additive). Unconfined Compression Test is a method that done in the laboratory to measure compression until the soil separates from its grains and to measure the soil stretch from that press. In this research to improve the quality of the soil used materials like cement mixer with a variety of curing 7 days, 14 days and 28 days in order to determine the optimum strength in clay and silt. From the effect of variations in curing time on compressive strength test values obtained increase in the compressive strength at the highest cement mix with a variety of curing time of 14 days at 0.5927 kg /cm2 for clay. On the silt soil increase in the compressive strength with the highest free 14-day curing time variation of 0.5819 kg / cm2. Under optimal conditions the influence of a mixture of cement on clay and silt soil occurred in 9% of cement mix with a curing time of 14 days. From the results obtained show consistent with an increase in cement content, an increase in the value of qu. With increasing curing time then the compressive strength also increased. Keywords: compressive strength, cement, curing, clay, silt

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek:
Program Studi: Fakultas Teknik > Prodi S1-Teknik Sipil
Pengguna Deposit: 9659877 . Digilib
Date Deposited: 03 Mar 2016 06:58
Terakhir diubah: 03 Mar 2016 06:58
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/21437

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir