DELINIASI SUB CEKUNGAN MUNA-BUTON UNTUK MENGETAHUI POTENSI CEKUNGAN HIDORKARBON MENGGUNAKAN PEMODELAN 2D DAN 3D DATA GAYABERAT

CHRISTIAN SIBUEA, 1115051011 (2016) DELINIASI SUB CEKUNGAN MUNA-BUTON UNTUK MENGETAHUI POTENSI CEKUNGAN HIDORKARBON MENGGUNAKAN PEMODELAN 2D DAN 3D DATA GAYABERAT. FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK (ABSTRACT).pdf

Download (173Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4Mb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2824Kb) | Preview

Abstrak

Sumberdaya minyak dan gas bumi menduduki posisi yang penting dalam pemenuhan energi dalam negeri dan sebagai pemasok devisa nasional. Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2013, menyebutkan sumberdaya minyak dan gas bumi diproyeksikan menjadi sumber pemasukan yang besar pada bagian penerimaan negara bukan dari pajak. Berdasarkan sumber yang didapat maka produksi minyak dan gasbumi harus terus dilakukan, tidak hanya itu karena minyak dan gasbumi adalah sumber daya yang tidak terbarukan maka lama kelamaan akan habis. Metode gaya berat adalah salah satu metode geofisika. Metode gayaberat dapat digunakan dengan baik di beberapa bidang dalam geofisika, antara lain bidang hidrokarbon, panasbumi, maupun mineral. Metode ini juga digunakan untuk survei pendahuluan maupun monitoring. Penelitian ini dilakukan di daerah Muna-Buton dan bertujuan untuk : mengetahui pola anomali bouguer, struktur, pola tinggian daerah Muna-Buton berdasarkan pemodelan 2D dan 3D, pemodelan tersebut dilakukan berdasarkan analisis spektral, empirical mode decomposition, dan analisis SVD. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Anomali bouguer Muna-Buton mempunyai rentang nilai antara (81.2-104.2) mGal menempati daerah pada bagian Selatan sampai Utara Pulau Buton, anomali sedang berkisar antara (51.9 hingga 74.9) terdapat hamper merata di setiap tempat pada peta tetapi sebaran terbanyak terdapat di sebelah Baratsampai Utara dan relative menyebar di daerah Baratdaya sampai Timur, mGal dan anomali rendah dengan rentang nilai antara (32.9 hingga 50.8) mGal meempati bagian Baratlaut sampai Utara relatif dari Barat sampai Timur (2) Banyaknya pola anomali rendah yang diindikasikan sebagai cekungan berjumlah enam (3) Pola tinggian yang memisahkan antar sub cekungan berada relatih dari Selatan Utara dan Barat Timur (4) Kedalaman rata-rata anomali sisa atau anomali residual berkisar 3.47 km, yang menunjukkan rata-rata kedalaman bidang dalam (5) Bedasarkan pemodelan 2D maka terdapat beberapa lapisan, yaitu Formasi Ogena, Formasi Tobelo, Formasi Tondo, Formasi Wapulaka, Formasi Sampalokosa dan batuan basal sebagai batuan dasar (6) Berdasarkan pemodelan inversi 3D dan korelasi dengan 2D maka sub cekungan yang paling potensial adalah sub cekungan I, II dan III, hal itu dapat dilihat dari ketebalan dan dimensi sub cekungan tersebut. Kata Kunci: Gayaberat, Analisis Spektral, EMD, Forward Modelling, Inverse Modelling.DELINEATION SUB-BASIN MUNA BUTON TO KNOW BASIN POTENTIAL OF HYDROCARBONS USING 2D AND 3D MODELING GRAVITY DATOil and gas resources is an important position in meeting domestic energy and as a supplier of national funds. State Budget Plan (draft budget) in 2013, said oil and gas resources is projected to become a major source of income in the state revenue from taxes. Based on the source of this research, production of oil and gas should continue to be done, not only because of the oil and gas it is a non-renewable resource then over time will run out. Methods of gravity is one of geophysical methods. Gravity method can be used successfully in several fields in geophysics, among other fields of hydrocarbons, geothermal, and minerals. This method is also used for the preliminary survey and monitoring. This research was conducted in the area Muna-Buton and aims to: determine Bouguer anomaly patterns, structure, pattern altitude areas Muna-Buton based 2D and 3D modeling, modeling is done based on spectral analysis, empirical mode decomposition and SVD analysis. The results of this study were (1) Bouguer anomaly Muna-Buton has a range of values between (81.2-104.2) mGal occupies the area to the South to the North Buton Island, anomalies were ranged between (51.9 to 74.9) are almost evenly at every spot on the map but the distribution highest one is next West to the North and relative spread throughout the Southwest to the East, mGal and low anomaly with a range of values between (32.9 to 50.8) mGal site in part of the Northwest until the North relative from West to East (2) the number of patterns low anomaly indicated as the basin of six (3) the pattern altitude that separates between the sub-basin is relatih of North South and East West (4) the average depth anomaly residual or anomalous residual around 3:47 km, which shows the average depth of the field in (5) Based on the 2D modeling then there are several layers, namely Ogena Formation, Formation Tobelo, Tondo Formation, Formation Wapulaka, Sampalokosa and basalt rock formations as the bedrock (6) Based on inversion modeling of 3D and 2D correlation with the sub-basins with the most potential is sub basin I, II and III, it can be seen from the thickness and dimensions of the sub-basin.Keywords: Gravity, Spectral Analysis, EMD, Forward Modeling, Inverse Modelling

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: Q Science (General)
Program Studi: Fakultas Teknik > Prodi Geofisika
Depositing User: 27661167 . Digilib
Date Deposited: 04 May 2016 02:17
Last Modified: 04 May 2016 02:17
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/22190

Actions (login required)

View Item View Item