REKRUTMEN BAKAL CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI OLEH PARTAI POLITIK PADA PILKADA DI KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2015 (Studi Perbandingan Pada DPC Partai Gerindra Dan DPC PKB Kabupaten Pesawaran)

MANDALA, (1426021022) (2016) REKRUTMEN BAKAL CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI OLEH PARTAI POLITIK PADA PILKADA DI KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2015 (Studi Perbandingan Pada DPC Partai Gerindra Dan DPC PKB Kabupaten Pesawaran). Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRACT (ABSTRAK).pdf

Download (111Kb) | Preview
[img] Text
TESIS FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2647Kb)
[img]
Preview
Text
TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2638Kb) | Preview

Abstrak

ABSTRAK Pemilihan kepala daerah secara langsung yang dilaksanakan secara serentak pada 9 Desember 2015 telah menjadi model baru dalam penerapan sistem demokrasi. Pilkada secara langsung memberikan kesempatan kepada masarakat untuk memilih calon pemimpinnya. Untuk menghasilkan calon pemimpin yang berkualitas diperlukan suatu proses rekrutmen yang transparan dan secara demokratis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui; 1) Sistem rekrutmen, 2) Seleksi rekrutmen politik, 3) Model penetapan pasangan calon kepala daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sumber informan dalam penelitian ini adalah ketua partai, anggota tim seleksi calon kepala daerah dari kedua partai politik, calon kepala daerah atau tim pemenangan dari kedua partai politik, dan anggota Panwaslu Kabupaten Pesawaran. Hasil wawancara selanjutnya diolah dan dianalisis sebagai hasil penelitian. Hasil dari perbandingan rekrutmen calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari partai Gerindra dan PKB pada pilkada Kabupaten Pesawaran Tahun 2015. Menunjukkan bahwa; Pertama, Sistem rekrutmen yang dilakukan partai Gerindra dan PKB menggunakan sistem terbuka. Terjadinya sistem rekrutmen terbuka ini karena partai politik tidak mampu untuk mengusung calon sendiri dari partainya sehingga partai politik harus berkoalisi dengan partai politik lain agar dapat mengusung calon. Kedua, seleksi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah menunjukkan bahwa calon-calon yang didukung oleh partai Gerindra dan PKB dipilih karena kedekatan dan mempunyai modal besar bukan karena pengalaman kepemimpinan atau prestasi lainnya. Ketiga, model penentapan calon pada partai Gerindra dan PKB tidak ada yang berbeda. Proses penetapan calon menunjukkan bahwa dalam penentuan calon yang akan diusung harus berdasarkan keputusan dari tingkat pusat. Kata Kunci: Pemilihan Kepala Daerah, Rekrutmen Partai Politik ABSTRACT Direct local elections held simultaneously on December 9, 2015 has been a new model in the application of the democratic system. Pilkada directly provide the opportunity for masarakat to choose candidates for the leader. To produce a quality future leaders required a recruitment process that is transparent and democratic manner. The purpose of this study was to determine; 1) The system of recruitment, 2) Selection of political recruitment, 3) Model determination of regional head candidates. This study used a qualitative descriptive approach, the source of informants in this study is the chairman of the party, members of the selection committee prospective head region of both political parties, members of the District Election Supervisory Committee Pesawaran. The results of the interview subsequently processed and analyzed as a result of research The comparison result of recruiting candidates for regional head and deputy regional head of the party in the elections Gerindra and PKB Pesawaran District 2015. Show that; First, the recruitment system of the party Gerindra and PKB uses open systems. The occurrence of an open recruitment system because political parties are not able to carry its own candidate from the party that political parties should form a coalition with other political parties in order to carry the candidates. Second, the selection of candidates for regional head and deputy head of the region showed that candidates backed by party Gerindra and PKB have been because of the proximity and large capital not because of leadership experience or other achievements. Third, the model Determination of candidates on the party Gerindra and PKB no different. The process of setting the candidate shows that in the determination of candidates to be promoted should be based on the decision of the central level. Keywords: Regional Head Election, Political Party Recruitment.

Tipe Karya Ilmiah: Tesis (Masters)
Subyek: H Ilmu Sosial = Social Sciences
J Political Science > J General legislative and executive papers
Program Studi: Fakultas ISIP > Prodi Magister Ilmu Pemerintahan
Depositing User: 77408727 . Digilib
Date Deposited: 04 May 2016 02:08
Last Modified: 04 May 2016 02:08
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/22216

Actions (login required)

View Item View Item