PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (Studi Putusan Nomor: 791/Pid.A/2012/PN.TK)

, Dwi Putri Melati (2014) PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (Studi Putusan Nomor: 791/Pid.A/2012/PN.TK). Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
COVER DALAM.pdf

Download (229Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK .pdf

Download (87Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
HALAMAN PERSETUJUAN.pdf

Download (413Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (413Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
HALAMAN PERNYATAAN.pdf

Download (239Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (9Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (299Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II .pdf

Download (409Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (13Kb) | Preview
[img] Text
BAB IV .pdf
Restricted to Registered users only

Download (433Kb)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (89Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (243Kb) | Preview

Abstrak

Anak yang berhubung dengan hukum sebagai pelaku perbuatan tindak pidana sangat memprihatinkan. Studi kasus Putusan Nomor 791/Pid. A/ 2012/ PN.TK. Permasalahan tentang bagaimanakah Pertanggungjawaban Pidana terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh anak dalam perkara Putusan Nomor 791/pid.a/2012/pn.tk dan apakah yang dijadikan dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku pembunuhan yang dilakukan oleh anak dalam perkara Putusan Nomor 791/pid.a/2012/pn.tk. Penelitian thesis ini menggunakan pendekatan yuridis normatif (legal research), dengan cara melihat, menelaah hukum serta hal yang bersifat teoritis yang menyangkut asas-asas hukum, sejarah hukum, perbandingan hukum, taraf sinkronisasi yang berkenaan dengan masalah yang akan dibahas di dalam thesis ini. Terdakwa mampu bertanggungjawab atas perbuatannya kemudian terbukti sengaja melakukan pembunuhan terhadap korban dan mengambil barang korban dan juga tidak adanya alasan pemaaf. Penjatuhan vonis 10 tahun penjara dianggap terlalu berat untuk seorang anak yang dapat diminimalisir dari pidana maksimum seorang anak. Pertimbangan hakim yakni: Fakta-fakta hukum yang diperoleh dipersidangan. Psikologi hukum. Restoratif justice. Adanya BAPAS yang mendampingi terdakwa dan memberikan pendapat atau saran yang terbaik mengenai perkara tersebut. Pelaku adalah seorang anak berumur 16 (enambelas) tahun, terpenuhinya unsur-unsur pidana, adanya hal yang memberatkan, dan yang meringankan tidak ada, tidak ditemukan alasan pembenar maupun alasan pemaaf yang dapat menghapuskan kesalahan terdakwa. Akibat langsung bagi korban yakni kematian. Penulis menyarankan ditingkatkannya profesionalisme aparat penegak hukum yang bertugas menangani masalah anak. Pemberian sanksi kepada anak memperhatikan keadaan fisik, psikologis dan sosiologis seorang anak yang masih di bawah umur dan memberikan kemanfaatan bagi kehidupan seorang anak yang terjerumus dalam proses hukum pidana. Pemberian sanksi terh

Tipe Karya Ilmiah: Tesis (Masters)
Subyek: Hukum Pidana >
Hukum Pidana > KZ Law of Nations
Program Studi: Fakultas Hukum > Magister Hukum S2
Depositing User: A.Md Cahya Anima Putra .
Date Deposited: 14 Jul 2014 03:22
Last Modified: 14 Jul 2014 03:22
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/2277

Actions (login required)

View Item View Item