PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG DILAKUKAN OLEH ANGGOTA TNI AL (Studi Putusan: PUT/153-K/PM I-04/AL/XI/2011)

M. REZI ADITYA , 1212011192 (2016) PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG DILAKUKAN OLEH ANGGOTA TNI AL (Studi Putusan: PUT/153-K/PM I-04/AL/XI/2011). FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK (ABSTRACT).pdf

Download (28Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (936Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (577Kb) | Preview

Abstrak

ABSTRAK Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan untuk membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, karenanya keutuhan dan kerukunan rumah tangga yang bahagia, aman, tenteram dan damai merupakan dambaan setiap orang dalam berumah tangga. Keutuhan dan kerukunan rumah tangga dapat terganggu jika kualitas dan pengendalian diri tidak dapat dikontrol, yang pada akhirnya dapat terjadi kekerasan dalam rumah tangga sehingga akan timbul rasa ketidakamanan atau ketidak adilan terhadap orang yang berada dalam lingkup rumah tangga tersebut. Sehingga Tindak pidana merupakan sebuah perbuatan yang dapat merugikan masyarakat baik berupa fisik maupun non fisik. Tindak pidana bisa dilakukan oleh siapapun, tidak terkecuali seorang anggota militer atau ABRI, sebagaimana diketahui Anggota ABRI adalah sebagai pelindung masyarakat. Kekerasan dalam rumah tanggapun dapat terjadi di keluarga anggota ABRI. Yang menjadi permasalah dalam penelitian ini adalah 1.Bagaimanakah penegakan hukum pidana terhadap pelaku tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang dilakukan oleh TNI AL? 2.Faktor apa yang menghambat penegakan hukum pidana terhadap pelaku tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang dilakukan oleh TNI AL?. Metode penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian hukum yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian in concerto, menggunakan sumber data primer dan sekunder, sedangkan metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi kepustakaan serta penelitian di lapangan yang dilakukan di Kantor Denpomal Lanal Lampung Jalan Yos Sudarso KM 10 Panjang Lampung, selanjutnya data yang didapat diolah dan disajikan dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penegakan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh oknum prajurit TNI AL telah dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku yaitu Undang Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer. Adapun penegakan hukum pada penegakan hukum pidana terhadap pelaku tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh anggota TNI AL adalah 1.Penangkapan dan pemanggilan terhadap anggota militer yang melakukan tindak pidana tidak dilakukan oleh POLRI, diatur dalam Undang-undang Nomor 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer. 2.Tahap penyidikan Atasan yang Berhak Menghukum, Polisi Militer dan Oditur adalah penyidik. 3.Tahap penyerahan perkara, dimana wewenang penyerahan perkara dalam lingkungan peradilan militer ada pada Perwira Penyerah Perkara. Dan yang menghambat penegakan hukum pidana terhadap pelaku tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang dilakukan oleh TNI AL adalah Faktor-faktor penghambat upaya kepolisian militer Angkatan Laut dalam menanggulangi tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan anggota militer yang pertama penegakan hukum adalah kurangnya personil anggota POMAL pada Denpomal Lanal Lampung. Kemudian faktor dari masyarakat, yaitu kurangnya perhatian masyarakat terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Selanjutnya ke depan disarankan dalam penegakan hukum pidana terhadap pelaku tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh anggota TNI AL perlu dioptimalkan tindakan mediasi dalam proses penyidikan sesuai dengan sifat tindak pidana yang berupa delik aduan dan perlu adanya penambahan personil pada Denpomal Lanal Lampung, perlu adanya sosilisasi dilingkup masyarakat sedangkan dalam pemberian perlindungan hukum terhadap korban kejahatan kekerasan dalam rumah tangga dan perlu adanya kerjasama dengan lembaga perlindungan saksi korban (LPSK) dan lembaga-lembaga sosial lainnya. Kata Kunci: Penegakan Hukum, Militer, Kekerasan Dalam Rumah Tangga. ABSTRCT Marriage is a bond born of spiritual between a man and a woman as husband and wife with the aim to establish a family (household) were happy and everlasting based on God, hence the unity and harmony of a household a happy, safe, serene and peaceful is the desire of every people in the menage. Wholeness and harmony of a household may be disrupted if the quality and self-control can not be controlled, which in turn can occur domestic violence so that there will be a sense of insecurity or injustice against people who are within the scope of the household. So that the criminal action is an act which may be detrimental to the community in the form of physical and non-physical. Criminal offense may be committed by anyone, not least a member of the military or armed forces, known as the military member is as protectors of the people. Household domestic violence can occur in family members of the Armed Forces. Which become problems in this study is 1.How for criminal enforcement against perpetrators of criminal acts of domestic violence committed by the Navy? 2. What the factor is preventing criminal enforcement against perpetrators of criminal acts of domestic violence commited by navy? The method used is the type of legal research normative, with specification of research in concerto, using primary data sources and secondary, while the method of data collection is done through interviews and literature study and field research conducted in the Office Denpomal Lanal Lampung Jalan Yos Sudarso KM 10 long Lampung, then the data obtained is processed and presented with descriptive qualitative analysis method The results showed that the enforcement of criminal acts of domestic violence committed by some individuals Navy personnel has been conducted in accordance with the provisions of the applicable law is the Law of the Republic of Indonesia Number 31 of 1997 on the Judiciary. As for law enforcement in criminal enforcement against perpetrators of criminal acts of domestic violence committed by members of the Navy is 1.Arest and calling on members of the military who commit criminal acts are not carried out by the Police, regulated in Law Number 31 of 1997 of Military Justice. 2. Stage investigation Bosses who Eligible Punish, the Military Police and the Prosecuting Attorney is investigating. 3.Stage submission of the case, in which the authority handover cases in military courts exist in The hand Case Officers. And that hinder enforcement of criminal law against perpetrators of criminal acts of domestic violence committed by the Navy are factors inhibiting efforts of the police in tackling the criminal act of domestic violence committed by members of the military were the first law enforcement is the lack of personnel member POMAL on Denpomal Lanal Lampung. Then factor of society, namely the lack of public attention to what is happening in the surrounding environment. Further forward suggested in the enforcement of criminal law against perpetrators of pidada of domestic violence committed by members of the Navy needs to be optimized act of mediation in the process of the investigation in accordance with the nature of the offense in the form to a complaint, whereas in the provision of legal protection for victims of violent crime in the home stairs and the need for cooperation with the victim witness protection agency and other social institutions. Keywords: Law Enforcement, Military, Domestic Violence.

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: Hukum Pidana > KZ Law of Nations
Program Studi: Fakultas Hukum > Prodi Ilmu Hukum S1
Depositing User: 7893995 . Digilib
Date Deposited: 23 Aug 2016 07:57
Last Modified: 23 Aug 2016 07:57
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/23575

Actions (login required)

View Item View Item