FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA KARYAWAN SALON DI KELURAHAN PAHOMAN BANDAR LAMPUNG

Viera Rininda Mauli Dinar, 1218011157 (2016) FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA KARYAWAN SALON DI KELURAHAN PAHOMAN BANDAR LAMPUNG. Other thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK (INGGRIS & INDONESIA).pdf

Download (127Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2319Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEBAHASAN.pdf

Download (2320Kb) | Preview

Abstrak

ABSTRAK FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA KARYAWAN SALON DI KELURAHAN PAHOMAN BANDAR LAMPUNG Oleh VIERA RININDA MAULI DINAR Dermatitis kontak akibat kerja merupakan salah satu masalah kulit yang sering dijumpai sekitar 90 sampai 98%, dari seluruh penyakit kulit akibat kerja. Penata rambut merupakan salah satu pekerjaan yang mempunyai resiko dalam kesehatan dan sangat beresiko untuk terkena dermatitis. Faktor faktor yang mempengaruhi antara lain adalah lama kontak, masa kerja, riwayat penyakit kulit sebelumnya, personal hygiene, dan penggunaan APD (alat pelindung diri). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian dermatitis kontak akibat kerja pada karyawan salon di kelurahan pahoman Bandar lampung. Desain metode penelitian ini menggunakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan 46 karyawan salon yang berada di kelurahan pahoman Bandar Lampung. Pada pengambilan sampel menggunakan total populasi yakni sebanyak 46 karyawan. Teknik analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Uji statistik dilakukan dengan uji chi square untuk analisis bivariat dan uji regresi logistik untuk analisis multivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa 58,7% karyawan salon mengalami dermatitis. Faktor resiko yang berhubungan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara dermatitis kontak akibat kerja dengan lama kontak (p value = 0,001), masa kerja (p value = 0,001), riwayat penyakit kulit (p value = 0,035), penggunaan APD (p value = 0,001), dan personal hygiene (p value = 0,001). Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang paling dominan terhadap kejadian dermatitis kontak akibat kerja pada karyawan salon adalah masa kerja (OR = 70,491). Menurut teori Cohen kulit manusia mengalami degenerasi seiring bertambahnya usia sehingga kulit kehilangan lapisan lemak diatasnya dan menjadi lebih kering. Kata Kunci : Dermatitis Kontak Akibat Kerja, Salon, Faktor Resiko. ABSTRAK FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA KARYAWAN SALON DI KELURAHAN PAHOMAN BANDAR LAMPUNG Oleh VIERA RININDA MAULI DINAR Dermatitis kontak akibat kerja merupakan salah satu masalah kulit yang sering dijumpai sekitar 90 sampai 98%, dari seluruh penyakit kulit akibat kerja. Penata rambut merupakan salah satu pekerjaan yang mempunyai resiko dalam kesehatan dan sangat beresiko untuk terkena dermatitis. Faktor faktor yang mempengaruhi antara lain adalah lama kontak, masa kerja, riwayat penyakit kulit sebelumnya, personal hygiene, dan penggunaan APD (alat pelindung diri). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian dermatitis kontak akibat kerja pada karyawan salon di kelurahan pahoman Bandar lampung. Desain metode penelitian ini menggunakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan 46 karyawan salon yang berada di kelurahan pahoman Bandar Lampung. Pada pengambilan sampel menggunakan total populasi yakni sebanyak 46 karyawan. Teknik analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Uji statistik dilakukan dengan uji chi square untuk analisis bivariat dan uji regresi logistik untuk analisis multivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa 58,7% karyawan salon mengalami dermatitis. Faktor resiko yang berhubungan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara dermatitis kontak akibat kerja dengan lama kontak (p value = 0,001), masa kerja (p value = 0,001), riwayat penyakit kulit (p value = 0,035), penggunaan APD (p value = 0,001), dan personal hygiene (p value = 0,001). Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang paling dominan terhadap kejadian dermatitis kontak akibat kerja pada karyawan salon adalah masa kerja (OR = 70,491). Menurut teori Cohen kulit manusia mengalami degenerasi seiring bertambahnya usia sehingga kulit kehilangan lapisan lemak diatasnya dan menjadi lebih kering. Kata Kunci : Dermatitis Kontak Akibat Kerja, Salon, Faktor Resiko.

Tipe Karya Ilmiah: Tesis (Other)
Subyek: Q Science (General)
Program Studi: Fakultas Kedokteran > Prodi Pendidikan Dokter
Depositing User: 0837502 . Digilib
Date Deposited: 30 Aug 2016 03:48
Last Modified: 30 Aug 2016 03:48
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/23753

Actions (login required)

View Item View Item