PERANAN MAO ZEDONG DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI DI NEGARA REPUBLIK RAKYAT CHINA TAHUN 1949- 1976

VIVI HANDAYANI , 0643033041 (2016) PERANAN MAO ZEDONG DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI DI NEGARA REPUBLIK RAKYAT CHINA TAHUN 1949- 1976. UNIVERSITAS LAMPUNG, BANDAR LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (424Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (687Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMABAHASAN.pdf

Download (553Kb) | Preview

Abstrak

Republik Rakyat China merupakan negara terbesar ketiga di dunia serta China juga merupakan sebuah negara yang berpenduduk paling padat di dunia. Sekitar 85% penduduknya tinggal di wilayah pedesaan dan 90% menempati seperenam wilayah China. Dari seluruh luas wilayah China, hanya 15% tanahnya yang cocok untuk pertanian. Kebutuhan-kebutuhan pangan yang semakin meningkat menimbulkan masalah-masalah ekonomi. Ketika Mao Zedong memproklamirkan Negara Republik Rakyat China pada tanggal 1 Oktober 1949, perekonomian China berada pada keadaan yang buruk. Perang China-Jepang dan perang saudara menimbulkan inflasi mencapai 85.000%. Dalam perkembangan ekonomi negara China tidak terlepas dari peran Mao Zedong dalam meningkatkan stabilitas ekonomi untuk mewujutkan kemakmuran disektor pertanian dan sektor industri. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apasajakah peranan Mao Zedong dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi di Negara Republik Rakyat China tahun 1949- 1976?. Adapun metode yang digunakan adalah metode penelitian historis. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu peranan Mao Zedong dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi di Negara Republik Rakyat China tahun 1949- 1976. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tehnik kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Berdasarkan data-data yang diuraikan dalam hasil penelitian dan pembahasan ada beberapa kesimpulan yaitu dalam upaya meningkatkan ekonomi China, Mao melakukan beberapa kebijakan terutama di sektor pertanian dan industri. Kebijakan ini ada yang memberatkan rakyat khususnya petani namun ada pula yang mampu berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan perekonomian di China. Pada sektor pertanian Mao menerapkan reformasi agraria dengan menerapkan kebijakan land reform, kemudian dilanjutkan dengan menetapkan komune rakyat dimana sistem pertanian di kelompokkan menjadi bagian-bagian besar dan dikerjakan secara bersama-sama. Selain itu peraturan tentang pajak iii pertanian, pajak komoditi dan berbagai macam pajak industri dan komersial harus diserahkan kepada pusat. Pada sektor industri Mao Zedong membuat kebijaan gerakan tiga anti dan gerakan lima anti, sentralisasi pajak, kemudian dilanjutkan pada pelaksanaan program rencana pembangunan lima tahun 1 (repelita), nasionalisasi perusahaan dan berlanjut dengan pelaksanaan gerakan lompatan besar ke depan. Kesimpulan penelitian ini adalah dalam meningkatkan perekonomian China tahun 1949-1976 Mao Zedong menerapkan berbagai kebijakan yang dipusatkan pada sektor pertanian dan industri. Sejumlah kebijakan berjalan dengan baik dan mampu membuat perubahan yang berarti pada perekonomian China saat itu. Namun diawal tahun 1961, kematian puluhan juta rakyat akhirnya memaksa Mao menghentikan kebijakan-kebijakan ekonominya. Mao melepaskan jabatannya sebagai presiden RRC dan memberikan kekuasaan lebih besar atas China pada Presiden Liu yang pragmatis dan sekjen partai Deng Xiaoping.

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: L Education > L Education (General) = Pendidikan
Program Studi: Fakultas KIP > Prodi Pendidikan Sejarah IPS
Depositing User: 3363615 . Digilib
Date Deposited: 09 Sep 2016 06:45
Last Modified: 09 Sep 2016 06:45
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/23801

Actions (login required)

View Item View Item