ANALISIS PENGELOLAAN DANA DESA Kampung Ono Harjo dan Kampung Nambah Dadi Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah

ENDRY ARDIANTO, 1216041037 (2016) ANALISIS PENGELOLAAN DANA DESA Kampung Ono Harjo dan Kampung Nambah Dadi Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK (ABSTRACT).pdf

Download (56Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2918Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2321Kb) | Preview

Abstrak

Kedudukan pemerintahan desa dengan disahkannya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menjadi mempunyai otonomi yang sejati. Salah satunya pengelolaan dana desa yang harus dikelola dengan baik. Hal itu untuk mewujudkan pemerintahan desa yang partisipatif, transparan dan akuntabel menggunakan peran manajemen publik. Penelitian ini dilakukan di Kampung Ono Harjo dan Kampung Nambah Dadi Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah dengan tujuan mengetahui (1) pengelolaan dana kampung 2015 yang dilakukan oleh Pemerintah Kampung Ono Harjo dan Kampung Nambah Dadi (2) Faktor-faktor pendukung dan penghambat pengelolaan dana kampung di Kampung Ono Harjo dan Kampung Nambah Dadi. Penelitian ini menitikberatkan pengelolaan dana kampung dengan analisis menggunakan teori fungsi manajemen dan manajemen keuangan daerah. Data yang digunakan adalah data primer berupa hasil wawancara dan data sekunder berupa Profil kampung, APBK, Spj, RKP dan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan temuan-temuan hasil penelitian dan menguraikannya untuk mengetahui fakta yang sebenarnya dari informan perangkat kampung, BPK dan BPMK Lampung Tengah. Hasil penelitian menyimpulkan (1)empat fungsi manajemen dari G.R Terry yaitu POAC dapat dikatakan kedua pemerintahan kampung sudah baik dalam pengelolaan dana kampung 2015 walaupun belum maksimal. (2)prinsip manajemen keuangan daerah dari Waluyo akuntabilitas dan value for money sudah dapat dikatakan baik. Tetapi untuk indikator transparansi pengelolaan dana kampung di Kampung Ono Harjo masih rendah, sedangkan di Kampung Nambah Dadi lebih baik. (3)faktor pendukung pengelolaan dana kampung: (a)Kampung Ono Harjo dan Kampung Nambah Dadi mempunyai sekretaris kampung yang sigap dalam pengelolaan dana desa 2015(b)antusias warga tinggi di musrenbang. (4)faktor penghambat pengelolaan dana kampung (a)belum siapnya aparatur kampung untuk diberikan wewenang secara mandiri dan bertanggungjawab (b)transparansi di Kampung Ono Harjo yang rendah dengan BPK yang hany bias mengakses informasi (c)pembagian dana kampung yang sulit karena keterbatasan dana di Kampung Nambah Dadi (d)Pemanfaatan IT belum maksimal. Kata kunci: Pengelolaan, Dana desa, pemerintah desa VILLAGE FUND MANAGEMENT ANALYSIS Studies Village of Ono Harjo and village of Nambah Dadi Subdistrict of Terbanggi Besar Central Lampung Regency Position the village administration with the passage of Undang-undang No. 6 of 2014 on the village became the true degree of autonomy. One of them is the village fund management must be managed properly. It was to realize the village governance is participatory, transparent and accountable use of public management roles. This research was conducted in the village of Ono Harjo and village of Nambah Dadi Subdistrict of Terbanggi Besar Central Lampung Regency in order to know (1) village fund management in 2015 by the Government and village Ono Harjo and village Nambah Dadi (2) Factors supporting and fund management hometown in village Ono Harjo and village Nambah Dadi. This study emphasizes the management of funds to the country with analysis using the theory of functions of management and financial management areas. The data used are primary data in the form of interviews and secondary data from village Profile, APBK, SPJ, RKPK and documentation. The method used is qualitative descriptive analysis by describing the findings of the study and parse them to determine the actual facts of the informant village,BPK and BPMK Central Lampung. The results of this study concluded (1)four functions of management of G.R Terry POAC can be said that both villages have good governance in the management of village fund in 2015 although not optimal (2)financial management principles Waluyo area of accountability and value for money can already be said to be good . But for indicators of transparency in the management of funds in village of Ono Harjo village is still low ,whereas in village of Nambah Dadi better (3)factors supporting the village fund management: (a)The village headman of PNS districts (b)enthusiastic high- citizens in musrenbang (4)Factors inhibiting the village fund management: (a)Village of Ono Harjo and village of Nambah Dadi has a village secretary who swiftly in the village fund management in 2015(b)transparency in village of Ono Harjo low by assuming the appearance of the BPK as a representation of the community (c)distribution of village funds were difficult because of limited funds in village of Nambah Dadi (d) IT utilization is not maximized. Keywords: Management, fund village , the village government

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: H Ilmu Sosial = Social Sciences > H Social Sciences (General)
J Political Science > JC Political theory
Program Studi: Fakultas ISIP > Prodi Administrasi negara
Depositing User: 2180826 . Digilib
Date Deposited: 24 Oct 2016 03:32
Last Modified: 24 Oct 2016 03:32
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/24087

Actions (login required)

View Item View Item