IDENTIFIKASI ENDOPARASIT PADA SATWA LIAR (HARIMAU, BADAK, DAN GAJAH SUMATERA) DAN TERNAK DOMESTIK (SAPI, KERBAU, DAN KAMBING) DI TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS, LAMPUNG

DEDI CANDRA , (1220011002) (2016) IDENTIFIKASI ENDOPARASIT PADA SATWA LIAR (HARIMAU, BADAK, DAN GAJAH SUMATERA) DAN TERNAK DOMESTIK (SAPI, KERBAU, DAN KAMBING) DI TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS, LAMPUNG. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
Abstrak.pdf

Download (154Kb) | Preview
[img] File PDF
Tesis Full Teks.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (7Mb)
[img]
Preview
File PDF
Tesis Full teks tanpa Bab Pembahasan.pdf

Download (4Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

ABSTRAK Interaksi endoparasit di kawasan penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) merupakan permasalahan yang harus mendapat perhatian serius dalam pengelolaan konservasi di TNWK dan pemeliharaan ternak di desa sekitar TNWK karena endoparasit cacing dan protozoa dapat menulari dan ditulari dari satwa liar ke ternak dan sebaliknya, apalagi beberapa endoparasit bersifat zoonosis. TNWK merupakan kawasan konservasi yang berbatasan langsung dengan 36 desa disekitarnya mempunyai risiko adanya interaksi endoparasit pada populasi atau inang yang berbeda, yaitu satwa liar (harimau, badak, dan gajah) dan ternak domestik (sapi, kerbau, dan kambing). Penelitian ini ditujukan untuk identifikasi Endoparasit helminth (cacing) dan protozoa yang diperiksa dari sampel feses satwa liar dan ternak domestik. Pengambilan sampel ternak dan satwa liar disekitar TNWK dilakukan pada periode Februari – Juli 2014 dengan lokasi pengambilan sampel mencakup 36 lokasi (25 Desa dan 11 TNWK). Metode yang digunakan adalah pemeriksaan feses dengan metode natif, pengendapan dan pengapungan untuk identifikasi endoparasit dan telaah potensi endoparasit zoonosis dengan literatur. Endoparasit yang ditemukan pada Kerbau, Sapi dan Kambing adalah: Paramphistomum spp, Eimeria spp, Fasciola spp, Balantidium spp, Trichuris spp, Mecistocirrus spp, Strongylus spp, Cycloposthium spp, Entamoeba spp, Bunostomum spp, Haemonchus spp, Strongyloides spp, Oesophagostomum spp, Nematodirrus spp dan Trichostrongylus spp. Endoparasit yang ditemukan pada badak dan gajah Sumatera adalah: Paramphistomum spp, Strongylus spp dan Strongyloides spp (cacing), Balantidium spp dan Cycloposthium spp (protozoa). Endoparasit yang ditemukan pada satwa liar dan ternak domestik adalah Paramphistomum spp, Strongylus spp dan Strongyloides spp, Balantidium spp dan Cycloposthium spp. Inang ternak domestik khususnya kerbau dan sapi berpotensi menjadi inang atau vektor penularan Paramphistomum spp ke satwa liar. Kemungkinan Endoparasit gastrointestinal yang berpotensi sebagai zoonosis adalah Fasciola spp, Strongyloides spp, Oesophagostomum spp, Haemonchus spp, Trichostrongylus spp dan Trichuris spp (cacing), Eimeria spp, Balantidium spp dan Entamoeba spp (protozoa). Kata Kunci: Taman Nasional Way Kambas, Satwa Liar, Ternak Domestik, Endoparasit, Zoonosis ABSTRACT Interaction endoparasite in the buffer zone of Way Kambas National Park (WKNP) is a problem that should receive serious concern in the WKNP conservation management and livestock husbandry in the villages of WKNP buffer zone because endoparasite can infect and be infected from wildlife to livestock and otherwise, moreover some endoparasite are zoonotic. TNWK a conservation area directly adjacent to the 36 villages surrounding the risk of an interaction endoparasit in the populations or different host, are wildlife (tigers, rhinos and elephants) and domestic livestock (cattle, buffalo, and goats). This study aimed to identify endoparasitic helminths (worms), and protozoa were examined from faecal samples of wildlife and domestic livestock. Wildlife and livestock sampling from around WKNP were collected in the period February to July 2014, with sampling area includes 36 locations (25 villages and 11 WKNP). Fecal samples have been examined using the native, sedimentation and flotation methods for the endoparasite identification and analysis of potential endoparasite zoonosis with literature study. Endoparasites found in the Buffalo, Cows and goats are: Paramphistomum spp, Eimeria spp, Fasciola spp, Balantidium spp, Trichuris spp, Mecistocirrus spp, Strongylus spp, Cycloposthium spp, Entamoeba spp, Bunostomum spp, Haemonchus spp, Strongyloides spp, Oesophagostomum spp, Nematodirrus spp and Trichostrongylus spp. Endoparasites found in the Sumatran rhino and elephants are: Paramphistomum spp, Strongylus spp dan Strongyloides spp (helminth), Balantidium spp dan Cycloposthium spp (protozoa). Endoparasites found in the wildlife and domestic livestock are: Paramphistomum spp, Strongylus spp dan Strongyloides spp, Balantidium spp and Cycloposthium spp. Host of domestic livestock especially buffalo and cows could be a vector of Paramphistomum spp transmission to wildlife. Possible endoparasite gastrointestinal as potential zoonoses in this study are: Fasciola spp, Strongyloides spp, Oesophagostomum spp, Haemonchus spp, Trichostrongylus spp dan Trichuris spp (helminth), Eimeria spp, Balantidium spp and Entamoeba spp (protozoa). Keyword: Way Kambas National Park, Wildlife, Domestic livestock, endoparasites, Zoonosis

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek: > Budidaya hewan
Program Studi: Fakultas Pertanian dan Pascasarjana > Prodi Magister Ilmu Lingkungan
Pengguna Deposit: 5079540 . Digilib
Date Deposited: 19 Oct 2016 06:59
Terakhir diubah: 19 Oct 2016 06:59
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/24100

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir