Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Mahkota Dewa Terhadap Gambaran Histopatologi Paru Tikus Putih yang Diinduksi 7,12-Dimethylbenz[α]anthracene (DMBA)

MONICA LAURETTA, (2014) Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Mahkota Dewa Terhadap Gambaran Histopatologi Paru Tikus Putih yang Diinduksi 7,12-Dimethylbenz[α]anthracene (DMBA). Universitas Lampung, Fakultas Kedokteran.

[img]
Preview
File PDF
COVER DALAM.pdf

Download (74Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
ABSTRACT.pdf

Download (100Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (67Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (105Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
HALAMAN PERSETUJUAN.pdf

Download (117Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
DAFTAR ISI.pdf

Download (15Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
DAFTAR GAMBAR.pdf

Download (42Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
DAFTAR LAMPIRAN.pdf

Download (4Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
DAFTAR TABEL.pdf

Download (7Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
BAB I.pdf

Download (201Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
BAB II.pdf

Download (306Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
BAB III.pdf

Download (179Kb) | Preview
[img] File PDF
BAB IV.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (542Kb)
[img]
Preview
File PDF
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (114Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Mahkota dewa telah diteliti memiliki kandungan flavonoid yang tinggi sebagai antioksidan alami yang menghambat pembentukan radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol buah mahkota dewa terhadap gambaran histopatologi paru tikus putih yang diinduksi 7,12-Dimethylbenz[α]anthracene (DMBA). Pada penelitian ini 25 tikus betina dibagi dalam 5 kelompok dan diadaptasi selama 7 hari kemudian diberi perlakuan selama 15 hari. K1, kontrol normal yang hanya diberi aquades; K2, kontrol positif yang hanya diberi DMBA 30 mg/kgBB; K3, diberi DMBA 30 mg/kgBB dan ekstrak buah mahkota dewa 120 mg/kgBB; K4, diberi DMBA 30 mg/kgBB dan ekstrak mahkota dewa 240 mg/kgBB; dan K5, diberi DMBA 30 mg/kgBB dan ekstrak mahkota dewa 480 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah infiltrasi sel radang alveolus paru K1: 6,60±1,140; K2: 13,80±0,837; K3: 12,20±0,837; K4: 10,80±0,837; dan K5: 9,40±1,140. K3, K4, dan K5 mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan dengan K2. Simpulan, ekstrak buah mahkota dewa dapat menurunkankan jumlah infiltrasi sel radang alveolus paru tikus putih yang diinduksi oleh DMBA. Kata kunci: DMBA, gambaran histopatologi paru, mahkota dewa, sel radang.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: > R Medicine (General)
Program Studi: Fakultas Kedokteran > Prodi Pendidikan Dokter
Pengguna Deposit: UPT Perpustakaan Unila
Date Deposited: 24 Jul 2014 02:59
Terakhir diubah: 24 Jul 2014 02:59
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/2426

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir