KARAKTERISASI TOKOH UTAMA DALAM KUMPULAN CERPEN CELENG SATU CELENG SEMUA KARYA TRIYANTO TRIWIKROMO DAN PEMBELAJARANNYA DI SMA

SITI MARLIAH , 0913041013 (2016) KARAKTERISASI TOKOH UTAMA DALAM KUMPULAN CERPEN CELENG SATU CELENG SEMUA KARYA TRIYANTO TRIWIKROMO DAN PEMBELAJARANNYA DI SMA. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (24Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1723Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1723Kb)

Abstrak

ABSTRAK Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana karakterisasi tokoh utama pada cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen Celeng Satu Celeng Semua karya Triyanto Triwikromo dan pembelajarannya di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakterisasi tokoh utama pada cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen tersebut dan menyusun rancangan pembelajarannya dalam ranah pembelajaran sastra Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen Celeng Satu Celeng Semua karya Triyanto Triwikromo. Kumpulan cerpen ini terdiri atas sepuluh cerpen pilihan Kompas 2003-2012 yang terbit pada 2013, tebal buku 220 halaman, dan diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sepuluh cerpen dalam kumpulan cerpen Celeng Satu Celeng Semua ditemukan tujuh cerpen (“Mata Sunyi Perempuan Ta-kroni”, “Seperti Gerimis yang Meruncing Merah”, “Sayap Kabut Sultan Ngamid”, “Malaikat Tanah Asal”, “Belenggu Salju”, “Dalam Hujan Hijau Friedenau”, dan “Burung Api Siti”) menyajikan karakterisasi tokoh utama dengan dua metode sekaligus, yaitu telling dan showing, sedangkan tiga cerpen lain (“Iblis Paris”, “Ikan Terbang Kufah”, dan “Lengtu Lengmua”) menggunakan hanya metode showing. Metode telling dan showing yang ditemukan secara keseluruhan digunakan untuk menunjukkan ciri fisik dan karakter tokoh utama. Namun, pada metode showing yaitu pada teknik pengguanaan nama tokoh yang ada dalam cerita selalu didominasi oleh penggunaan alusi. Akan tetapi, alusi yang ada pada “Gerimis Meruncing Merah”, Belenggu Salju”, “Ikan Terbang Kufah”, dan “Lengtu Lengmua” dilakukan di luar kepentingan karakterisasi tokoh utama. Hasil penelitian ini disusun menjadi sebuah rancangan pembelajaran sastra di SMA dengan Kurikulum 2013. Karakterisasi tokoh utama dalam kumpulan cerpen tersebut dapat dijadikan alternatif bahan ajar dan referensi yang membantu guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam apresiasi karya sastra Indonesia khususnya dalam prosa. Kata Kunci: telling, showing, silabus, penokohan, pembelajaran

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: L Education > LB Theory and practice of education
P Language and Literature > PA Classical philology
Program Studi: Fakultas KIP > Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah
Depositing User: 3209453 . Digilib
Date Deposited: 28 Oct 2016 03:10
Last Modified: 28 Oct 2016 03:10
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/24360

Actions (login required)

View Item View Item