ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU TINDAK PIDANA PENCABULAN YANG DILAKUKAN PEREMPUAN TERHADAP ANAK LAKI-LAKI (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor: 815 K/ PID.SUS/2014)

Muhamad Taufik Ardiansyah, 1422011116 (2016) ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU TINDAK PIDANA PENCABULAN YANG DILAKUKAN PEREMPUAN TERHADAP ANAK LAKI-LAKI (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor: 815 K/ PID.SUS/2014). Masters thesis, Universitas Lampung.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK (ABSTRACT).pdf

Download (163Kb) | Preview
[img] Text
TESIS FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1703Kb)
[img]
Preview
Text
TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1704Kb) | Preview

Abstrak

Kejahatan kesusilaan pada umumnya dilakukan oleh laki-laki. Namun akibat penyimpangan seksual, kini kejahatan kesusilaan juga dilakukan oleh perempuan. Dengan merujuk pada putusan Mahkamah Agung Nomor 815 K/PID.SUS/2014 tentang kasus pencabulan yang dilakukan perempuan terhadap saksi korban yang berjumlah enam orang anak laki-laki. Permasalahan yang ada dalam penelitian ini adalah 1. Pertanggungjawaban pidana pelaku tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh perempuan terhadap anak laki-laki dan 2. Dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana pelaku tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh perempuan terhadap anak laki-laki. Metode yang digunakan oleh penulis dengan menggunakan pendekatan masalah yaitu pendekatan secara yuridis normatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, selanjutnya data dianalisis secara kualitatif untuk memperoleh kesimpulan penelitian. Pertanggungjawaban pidana pelaku tindak pidana pencabulan yang dilakukan perempuan terhadap anak laki-laki didasarkan dengan adanya unsur kesalahan dan kesengajaan dalam melakukan perbuatan pidana, kemampuan terdakwa untuk bertanggungjawab, tidak ada alasan pembenar dan pemaaf bagi terdakwa. Dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana secara yuridis adalah terpenuhinya alat bukti dalam persidangan. Secara filosofis menilai bahwa pidana yang dijatuhkan sebagai upaya pembinaan terhadap perilaku terdakwa. Secara sosiologis dijatuhkan pidana menyangkut hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan. Agar pertanggungjawaban pidana pelaku tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh perempuan terhadap anak laki-laki diberikan hukuman yang berat sehingga dapat menimbulkan efek jera. Hendaknya hakim menjatuhkan pidana maksimum terhadap terdakwa. Mengingat bahwa kejahatan asusila terhadap anak di Indonesia terus meningkat. Kata Kunci : Pertanggungjawaban Pidana, Tindak Pidana Pencabulan, Pelaku Perempuan

Tipe Karya Ilmiah: Tesis (Masters)
Subyek: Hukum Pidana
Program Studi: Fakultas Hukum > Magister Hukum S2
Depositing User: Robidin
Date Deposited: 28 Oct 2016 08:16
Last Modified: 28 Oct 2016 08:16
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/24409

Actions (login required)

View Item View Item