KOMUNIKASI SIMBOLIK DALAM PROSES PEMBERIAN GELAR ADAT SUTTAN PADA MASYARAKAT ADAT MARGA ABUNG DI KECAMATAN RAJABASA BANDAR LAMPUNG

ABI ILHAM YURINZA, 1216031001 (2016) KOMUNIKASI SIMBOLIK DALAM PROSES PEMBERIAN GELAR ADAT SUTTAN PADA MASYARAKAT ADAT MARGA ABUNG DI KECAMATAN RAJABASA BANDAR LAMPUNG. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lampung.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (8Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (1522Kb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (685Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Fenomena yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana proses Pemberian Gelar Adat Lampung yang dilakukan pada masyarakat suku lampung, pada adat lampung pepadun dengan adek sebutan Suttan. Makna dari gelar adek suttan yaitu Karena juluk-adek melekat pada pribadi, maka seyogyanya anggota masyarakat Lampung harus memelihara nama tersebut dengan sebaik-baiknya dalam wujud prilaku pergaulan kemasyarakatan sehari-hari. Dan tujuan nya sebagai sumber motivasi bagi anggota masyarakat Lampung untuk dapat menempatkan hak dan kewajibannya, kata dan perbuatannya dalam setiap perilaku dan karyanya. Komunikasi Simbolik yang ada dalam pemberian gelar adat masyarakat abung Rato, Paccah aji, Kayu ara, Kutomaro, Kadang ralang, Burung garuda, Payung agung. Kemudian tahapan tesebut adalah Membuat sesat (panggung adat) yang ditutup dengan kain putih, Membuat penjarau (batang pinang) yang akan dipanjat pada saat acara begawi. Penjarau ini digunakan sebagai acara hiburan bagi orang-orang yang sudah lelah bekerja mempersiapkan acara begawi tersebut Kata kunci : Komunikasi Simbolik dalam proses Pemberian Gelar Adat The phenomenon that is raised in this study is how the process of granting title Lampung Indigenous conducted in tribal societies of Lampung, in Lampung customary pepadun with adek Suttan designation. The meaning of the title suttan ie Because named Adek-Adek attached to a person, then should Lampung community members must maintain these names with the best behavior in the form of everyday social interaction. And its purpose as a source of motivation for Lampung community members to be able to put their rights and obligations, words and deeds in every behavior and his work. Symbolic communication that exist in the provision of public customary title Abung Rato, Paccah aji, fig wood, Kutomaro, sometimes ralang, bird garuda, grand Umbrella. Later stages of proficiency level is Making misguided (custom stage) are covered with a white cloth, Making penjarau (stem nut) which will be climbed during the event begawi. Penjarau is used as an entertainment program for people who are tired at work preparing the event begawi Keyword : Symbolic Communication in the process of administration of Indigenous Degree

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: > HM Sociology
> HQ The family. Marriage. Woman
Program Studi: Fakultas ISIP > Prodi Ilmu Komunikasi
Pengguna Deposit: Robidin
Date Deposited: 29 Oct 2016 03:05
Terakhir diubah: 29 Oct 2016 03:05
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/24422

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir