POLITIK MEDIA TERHADAP KASUS “REKENING GENDUT” (ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN BUDI GUNAWAN VS KPK)

BELA SABRINA , 1346031007 (2017) POLITIK MEDIA TERHADAP KASUS “REKENING GENDUT” (ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN BUDI GUNAWAN VS KPK). FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK (ABSTRACT).pdf

Download (249Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3082Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (3092Kb) | Preview

Abstrak

Liputan politik memiliki dimensi pembentukan opini publik. Terutama oleh para aktor politik, berita politik diharapkan mempengaruhi sikap khalayak mengenai masalah yang dibicarakan oleh aktor politik. Istilah “Rekening Gendut” muncul pertama kali pada majalah Tempo dengan judul “Rekening Gendut Perwira Polisi” yang memaparkan mengenai beberapa perwira polisi yang terduga memiliki transaksi mencurigakan salah satunya, Budi Gunawan selaku perwira polisi dengan jumlah transaksi paling besar yakni, senilai 54 miliar rupiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi masalah, sumber masalah, nilai-nilai moral, dan solusi yang ditawarkan pada kasus “Rekening Gendut” dalam pemberitaan Budi Gunawan vs KPK oleh media Viva.co.id, Kompas.com, Metro TV, dan TV One. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis framing Robert N. Entman. Adapun kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah pemberian dukungan oleh media Metro TV, TV One, dan Viva.co.id terhadap pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri. Dukungan terhadap KPK serta, kritik oleh media Kompas.com terhadap pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri karena terlibat dalam kasus “Rekening Gendut”. Kata Kunci: Analisis Framing, Budi Gunawan, KPK, Politik Media, Polri. ABSTRACT Political coverage has dimensions of establishing the public opinion. Especially by political actors, political news is expected to affect the demeanor of the public regarding the issues that need to be discussed by political actors. The term of "Rekening Gendut” first appeared in Tempo magazine with the title “Rekening Gendut Perwira Polisi” which spoke about some of the police officers who unexpectedly had suspicious transactions such as, Budi Gunawan as a police officer with the largest transaction, valued for 54 billion rupiah. The objectives of this study are to identification the problem, the source of the problem, moral values, and the solutions offered in “Rekening Gendut” case of Budi Gunawan vs KPK news by media Viva.co.id, Kompas.com, Metro TV and TV One. This research uses qualitative descriptive study with Robert N. Entman framing analysis. The conclusions of this research are the provision of support by the media of Metro TV, TV One, and Viva.co.id in the candidacy of Budi Gunawan as Police Chief of Republic Indonesia. The support of KPK as well as, the criticism by the media Kompas.com against Budi Gunawan candidacy as Police Chief of Republic Indonesia for being involved in "Rekening Gendut" case. Keywords: Framing Analysis, Budi Gunawan, KPK, Media Politic, Polri.

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: H Ilmu Sosial = Social Sciences
H Ilmu Sosial = Social Sciences > HE Transportation and Communications
Program Studi: Fakultas ISIP > Prodi Komunikasi
Depositing User: 9900071 . Digilib
Date Deposited: 09 Feb 2017 03:14
Last Modified: 09 Feb 2017 03:14
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/25518

Actions (login required)

View Item View Item