EKSISTENSI PENCABUTAN KETERANGAN TERDAKWA DALAM BERITA ACARA PEMERIKSAAN (BAP) PENYIDIKAN DI PERSIDANGAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PUTUSAN HAKIM

HETY RATNA NOVITASARI , 1422011109 (2016) EKSISTENSI PENCABUTAN KETERANGAN TERDAKWA DALAM BERITA ACARA PEMERIKSAAN (BAP) PENYIDIKAN DI PERSIDANGAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PUTUSAN HAKIM. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK (ABSTRACT).pdf

Download (16Kb) | Preview
[img] File PDF
TESIS FULL.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (923Kb)
[img]
Preview
File PDF
TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (924Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Keterangan terdakwa adalah apa yang terdakwa nyatakan di sidang tentang perbuatan yang dilakukan atau yang ia ketahui sendiri atau ia alami sendiri. Hakim dalam menilai alasan pencabutan keterangan terdakwa tidak boleh menolak atau pun menerima begitu saja alasan pencabutan. Adapun permasalahan dalam penulisan tesis ini adalah bagaimanakah eksistensi pencabutan keterangan terdakwa dalam BAP penyidikan di persidangan terhadap putusan hakim dan bagaimanakah implikasi pencabutan keterangan terdakwa dalam BAP penyidikan di persidangan terhadap putusan hakim. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan masalah yuridis normatif dengan data sekunder dimana data diperoleh dari penelitian kepustakaan. Analisis data dideskripsikan dalam bentuk uraian kalimat dan dianalisis secara kualitatif, kemudian untuk selanjutkan ditarik suatu kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diketahui bahwa eksistensi pencabutan keterangan terdakwa adalah apabila hakim menerima pencabutan tersebut, maka keterangan terdakwa dapat digunakan sebagai alat bukti dalam persidangan. Apabila hakim menolak, maka keterangan terdakwa tidak dapat digunakan sebagai alat bukti. Implikasi dari pencabutan keterangan terdakwa adalah apabila hakim menerima pencabutan tersebut, maka pencabutan keterangan terdakwa berakibat terjadinya putusan bebas. Apabila hakim menolak, maka pencabutan keterangan terdakwa berakibat terjadinya putusan pidana terhadap terdakwa. Adapun saran dalam penelitian ini adalah agar penyidik dalam melakukan proses penyidikan terhadap tersangka tidak melakukan tindakan yang sewenang-wenang, tidak melakukan pemaksaan dan penganiayaan. Hakim hendaknya dalam menolak atau menerima pencabutan keterangan terdakwa bersikap hati-hati, arif dan bijaksana. Kata Kunci : Pencabutan Keterangan Terdakwa, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Penyidikan, Putusan Hakim ABSTRACT Testimony of the defendant is what the accused claimed trial of acts committed or that himself known or he experienced himself. Judge in assessing the reasons for revocation information from the defendant may not refuse or take it for granted reasons for revocation. The issues in this thesis is how does the existence of revocation information from the defendant in the BAP investigation in the trial against the judge's decision and how the implications of deleting the information of the accused in the trial BAP investigation against the judge's decision. This research was conducted using a normative juridical approach problems with secondary data where the data was obtained from the research literature. Analysis of the data described in narrative form sentences and analyzed qualitatively, then for the next drawn a conclusion. Based on the results of research and discussion in mind that the existence of revocation information from the defendant is if the judges accept such revocation, the testimony of the defendant can be used as evidence in the trial. If the judge refuses, then the testimony of the defendant can not be used as evidence. The implications of the revocation information from the defendant is if the judges accept such revocation, the revocation information from the defendant result in acquittal. If the judge refuses, then the testimony of the defendant as to cause the lifting of the criminal verdict against the defendant. The suggestions in this study is that the investigator to conduct the interrogation of the suspect did not act arbitrarily, did coercion and persecution. The judge should reject or accept the revocation information from the defendant cautious, wise and prudent. Keywords : Revocation of Defendant’s Testimony, Interrogation (BAP) Investigation, Judge's Decision

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek:
Program Studi: Fakultas Hukum > Magister Hukum S2
Pengguna Deposit: 8010660 . Digilib
Date Deposited: 09 Feb 2017 06:26
Terakhir diubah: 09 Feb 2017 06:26
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/25523

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir