PUDARNYA PERKAWINAN SEMANDA DALAM MASYARAKAT LAMPUNG DI DESA NEGERI RATU KECAMATAN SUNGKAI UTARA KABUPATEN LAMPUNG UTARA TAHUN 2016

DIAN ANISA FITRI , 1313034026 (2017) PUDARNYA PERKAWINAN SEMANDA DALAM MASYARAKAT LAMPUNG DI DESA NEGERI RATU KECAMATAN SUNGKAI UTARA KABUPATEN LAMPUNG UTARA TAHUN 2016. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRACT (ABSTRAK).pdf

Download (26Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1171Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1171Kb) | Preview

Abstrak

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji pudarnya perkawinan semanda dalam masyarakat Lampung di Desa Negeri Ratu Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah orang yang sudah tidak semanda yang berjumlah 25 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan angket (kuesioner), teknik wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis tabel dalam bentuk persentase dan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa: (1). (60%) perempuan yang tidak semanda menyatakan bahwa faktor pendidikan yang semakin tinggi sangat berpengaruh dan menjadi salah satu pendukung dari pudarnya perkawinan semanda, (2). (100%) perempuan yang tidak semanda menyatakan malu menikah dengan cara semanda, dan menyetujui bahwa harga diri lelaki suku Lampung yang tinggi menjadi faktor pendukung dari pudarnya perkawinan semanda, (3). (80%) perempuan yang tidak semanda menyatakan biaya perkawinan semanda mahal, (4). Terdapat (28%) perempuan yang tidak semanda melakukan perkawinan secara amalgamasi, (5). Implikasi dari pudarnya perkawinan semanda menjadikan bentuk perkawinan seperti pada umumnya atau dalam bahasa Lampung disebut perkawinan jujur. Kata kunci : Pudar, Perkawinan semanda, masyarakat Lampung ABSTRACT This research has done with a purpose to investigate the fading of semanda wedding ceremony in Lampung society in Negeri Ratu village North Sungkai sub district North Lampung regency. This research used descriptive method. The respondents of this research are 25 people who are not semanda anymore. For data gathering technique, the researcher used questionnaire, structural interview technique, and documentation. Then, for data analysis technique, the researcher used table analysis technique in form of percentage and qualitative analysis. The result of this research showed that: (1). (60%) females who are not semanda anymore said that the factor of education that is higher time by time can be so influential, and it became one of supporting factors for the fading of semanda wedding ceremony, (2) (100%) females who are not semanda anymore said that they agreed that the high pride of Lampungnese male became a supporting factors for the fading of semanda wedding ceremony. (3). (80%) females who are not semanda anymore said that the cost of semanda wedding ceremony is expensive. (4). There are (28%) females who are not semanda anymore did the wedding in amalgamation. (5). The implication of the fading of semanda wedding ceremony made the other usual wedding ceremonies or in Lampungnese language called jujur wedding ceremony. Keywords : Fading, Semanda wedding ceremony, Lampung ceremony

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: L Education > L Education (General) = Pendidikan
Program Studi: FKIP > Prodi Pendidikan Geografi IPS
Depositing User: 9318450 . Digilib
Date Deposited: 06 Apr 2017 07:41
Last Modified: 06 Apr 2017 07:41
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/26164

Actions (login required)

View Item View Item