PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK OLEH TERAPIS PADA PASIEN ANAK PENGIDAP DOWN SYNDROME DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN (Studi di Klinik Tumbuh Kembang Anak (Child Development Centre) YAMET Lampung)

PRAYOGO DANU PUTRA, 1316031057 (2017) PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK OLEH TERAPIS PADA PASIEN ANAK PENGIDAP DOWN SYNDROME DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN (Studi di Klinik Tumbuh Kembang Anak (Child Development Centre) YAMET Lampung). FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (20Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2632Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2187Kb) | Preview

Abstrak

Pengasuhan dan pola pendidikan yang tidak tepat pada anak berkebutuhan khusus akan menimbulkan keterlambatan dan ketidakmajuan dalam perkembangan, khususnya dalam penelitian ini bagi pasien anak pengidap down syndrome. Salah satu faktor adalah belum maksimalnya pendidikan, pola komunikasi serta asuhan yang dapat dibangun antara anak down syndrome dengan orang lain. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan seperti apa penerapan komunikasi terapeutik oleh terapis pada pasien anak pengidap down syndrome di Klinik Tumbuh Kembang Anak (Child Development Centre) YAMET Lampung dalam meningkatkan kemandirian. Teori yang digunakan adalah teori Interaksionalisme Simbolik dan teori Hubungan Interpersonal model Permainan (Eric Berne). Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif kualitatif. Teknik sampling yang dipakai adalah purposive (disengaja), dengan total informan berjumlah lima orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara mendalam (indepth interview), observasi, dan studi kepustakaan. Analisis data menggunakan analisis kualitatif, yaitu: melakukan pengamatan, pengumpulan data, reduksi data, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa terdapat penerapan komunikasi terapeutik oleh terapis pada pasien anak pengidap down syndrome dalam meningkatkan kemandirian. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat empat fase tahapan interaksi komunikasi terapeutik menurut Stuart dan Sundeen yang wajib dijalani oleh terapis sebelum menerapi, yaitu fase pra interaksi, fase orientasi, fase kerja, dan fase terminasi. Sehingga, komunikasi terapeutik yang dilakukan terapis selalu mengutamakan kebutuhan utama dari pasien. Terapis selalu mengutamakan pesan verbal dalam proses terapi, dan penerapan komunikasi terapeutik oleh terapis pada pasien anak selalu berdasarkan dalam empat fase terapi di YAMET. Kata kunci : Down Syndrome, Komunikasi Terapeutik, Terapis. abstract Incompetent parenting and educational patterns in children with special needs will cause delays and incompatibilities, especially in the study for pediatric patients with down syndrome. One of the factor is that lack of education, and the communication and upbringing patterns that can be built between down syndrome children and others. Therefore, this study aims to explain how therapeutic communication by therapeutic apparatus at the ‘YAMET’ Child Development Center Lampung in improving self-reliance. The theory used are the theory of Symbolic Interactionalism and the theory of Interpersonal Relationship Game-Model (Eric Berne). The research is descriptive qualitative. The sampling technique used was purposive, with a total of five informants. Data collection technique that are in-depth interview, observation, and literature study. Data analysis using qualitative analysis, namely: observations, data collection, data reduction, data interpretation, and withdrawal conclusions. In this study found that there is the application of therapeutic communication by therapists in pediatric patients with down syndrome in improving self-reliance. There are four stages of therapeutic communication stages according to Stuart and Sundeen that must be undertaken by the therapist before treatment, they are the pre-interaction phase, the orientation phase, the work phase, and the termination phase. Thus, therapeutic communications made by the therapists always put the primary needs of the patient first. Therapists always prioritize verbal messages in the therapeutic process, and the therapeutic communication of therapists in pediatric patients is always based on four phases of therapy at YAMET. Keywords: Down Syndrome, Therapeutic Communication, Therapist

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: H Ilmu Sosial = Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Ilmu Sosial = Social Sciences > HF Commerce
Program Studi: Fakultas ISIP > Prodi Komunikasi
Depositing User: 70318100 . Digilib
Date Deposited: 15 Jun 2017 03:21
Last Modified: 15 Jun 2017 03:21
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/26898

Actions (login required)

View Item View Item