BAHASA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA

RIZKI DILLA SINTIA , 1313041075 (2017) BAHASA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (17Kb) | Preview
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (702Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (1730Kb)

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

ABSTRAK Masalah pada penelitian ini adalah bagaimana penggunaan bahasa yang meliputi diksi dan gaya bahasa pada iklan layanan masyarakat di sepanjang Jalan Teuku Umar, Jalan Wolter Monginsidi, dan Jalan Diponegoro, Bandar Lampung dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan diksi dan gaya bahasa pada iklan layanan masyarakat di sepanjang Jalan Teuku Umar, Jalan Wolter Monginsidi, dan Jalan Diponegoro, Bandar Lampung dan mengimplikasikannya pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu prosedur penyelesaian masalah dengan memaparkan keadaan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampil sebagaimana adanya. Sumber data dalam penelitian ini adalah iklan layanan masyarakat di sepanjang Jalan Teuku Umar, Jalan Wolter Monginsidi, dan Jalan Diponegoro, Bandar Lampung. Berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi diperoleh 30 iklan dari 15 pengiklan dengan tema atau judul yang berbeda. Hasil penelitian diketahui bahwa pada 30 iklan layanan masyarakat yang menjadi subjek penelitian ditemukan fenomena pemilihan kata atau diksi. Fenomena pemilihan kata atau diksi yang ditemukan adalah diksi “terorisme”, “radikalisme”, “diskriminasi”, “armada”, “samudra”, “stop”, “rumah tangga”, “kekerasan”, “marka”, “metropolitan”, “berbahaya”, “posyandu”, “pilar”, “narkoba” dan “reformasi”. Berdasarkan temuan tersebut diketahui 21 iklan bermakna denotatif dan 9 iklan bermakna konotatif, dengan adanya perluasan makna yang didasari oleh konteks yang melatari iklan tersebut. Selain itu, temuan selanjutnya ialah fenomena gaya bahasa pada iklan layanan masyarakat. Fenomena gaya bahasa yang ditemukan adalah gaya bahasa asonansi, klimaks, hiperbola, epizeukis, inuendo, pleonasme, satire, paradoks, aliterasi, dan antonomasia. Berdasarkan temuan tersebut diketahui 16 iklan dari tiga puluh iklan mengandung gaya bahasa yang bermacam-macam. Kata kunci: diksi, gaya bahasa, dan iklan layanan masyarakat.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: > L Education (General) = Pendidikan
Program Studi: FKIP > Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah
Pengguna Deposit: 89851001 . Digilib
Date Deposited: 20 Jun 2017 07:15
Terakhir diubah: 20 Jun 2017 07:15
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/27080

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir