IMPLEMENTASI PROGRAM RUMAH SAKIT KELILING PADA DAERAH OPERASIONAL KABUPATEN PESISIR BARAT (Studi di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung)

IRLAN RUARI, 1216041054 (2017) IMPLEMENTASI PROGRAM RUMAH SAKIT KELILING PADA DAERAH OPERASIONAL KABUPATEN PESISIR BARAT (Studi di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung). FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (9Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2547Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2207Kb) | Preview

Abstrak

Belum adanya rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat, sehingga menyebabkan sulitnya masyarakat setempat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang menunjang. Oleh sebab itu Dinas Kesehatan Provinsi Lampung membuat program rumah sakit keliling guna membantu mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program rumah sakit keliling pada daerah operasional Kabupaten Pesisir Barat dan menganalisi faktorfaktor yang menjadi penghambat implementasi program tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Pada penelitian ini peneliti memfokuskan penelitian pada implementasi program rumah sakit keliling pada daerah operasional tersebut yang dihubungkan dengan tujuh indikator penilaian kinerja program menurut Ripley, yaitu akses, cakupan, frekuensi, bias, ketetapan layanan, akuntabilitas, dan kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat. Jenis dan sumber data adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik pemeriksaan kredibilitas data, teknik pemeriksa keteralihan data, teknik pemeriksaan bergantungan dan kepastian data. Dari hasil penilaian terhadap program rumah sakit keliling pada daerah operasional Kabupaten Pesisir Barat melalui tujuh dimensi tersebut, maka penulis memberikan penilaian bahwa, terdapat empat dimensi yang sudah berjalan dengan baik, sedangkan tiga lainnya belum berjalan secara maksimal sepenuhnya. Terdapat dua faktor yang menjadi penghambat program rumah sakit keliling termasuk di dalam operasional pada kabupaten pesisir barat, yaitu faktor pendanaan dan keterbatasan tenaga dokter spesialis. Dinas kesehatan Provinsi Lampung diharapkan menambah jumlah kunjungan program, memaksimalkan kembali koordinasi antar pihak-pihak terkait, menggandeng lebih banyak lagi dokter-dokter spesialis serta membuat sistem pengenggaran yang matang untuk program rumah sakit keliling tersebut. Kata kunci: kebijakan publik, implementasi kebijakan, program, program rumah sakit keliling. THE PROGRAM IMPLEMENTATION OF MOBILE HOSPITAL IN THE OPERATIONAL AREA OF PESISIR BARAT REGENCY (A Study at Lampung Health Department) The absence of hospitals in West Coast (Pesisir Barat) Regency has been causing difficulty for local communities to obtain health services. Therefore, Lampung Health Department has extablished a program of mobile hospital to overcome the problem. This study aims to analyze the implementation of mobile hospital program in the operational area of Pesisir Barat and to analyze the inhibiting factors in the implementation of the program. This research is a qualitative research with descriptive type. In this study, the researcher focuses on the implementation of mobile hospital program in the operational area which is connected with seven indicators of program performance assessment according to Ripley, namely: accessibility, coverage, frequency, bias, service determination, accountability, and suitability of the program with community needs. The types and sources of data consisted of primary and secondary data. The data collection technique was done through interview, documentation and observation. While the data analysis was carried out using data reduction, data presentation and conclusion. The data validity was proven using credibility examination technique, data tilt inspection technique, dependent inspection technique and data certainty. From the results of the assessment of the mobile hospital program in Pesisir Barat operational area through the seven indicators, the researcher has provided an assessment of four working dimensions, while the other three were not working optimally. There were two inhibiting factors in the implementation of mobile hospital program, particularly in Pesisir Barat: the insufficient number of budget and medical specialists The Lampung Health Department is expected to increase the number of program visits, to maximize the re-coordination among related parties, to engage more medical specialists and to create a well-organized system for the program. Keywords: public policy, policy implementation, program, mobile hospital.

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: H Ilmu Sosial = Social Sciences
Program Studi: Fakultas ISIP > Prodi Administrasi negara
Depositing User: 35863442 . Digilib
Date Deposited: 25 Jul 2017 03:43
Last Modified: 25 Jul 2017 03:43
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/27411

Actions (login required)

View Item View Item