PENGARUH PENAMBAHAN POLIETILEN GLIKOL (PEG) PADA CAMPURAN POLI ASAM LAKTAT DENGAN SELULOSA DARI LIMBAH PADAT TAPIOKA

Shela Anggun Septiana, 1317011065 (2017) PENGARUH PENAMBAHAN POLIETILEN GLIKOL (PEG) PADA CAMPURAN POLI ASAM LAKTAT DENGAN SELULOSA DARI LIMBAH PADAT TAPIOKA. FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS LAMPUNG .

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (295Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4Mb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (3281Kb) | Preview

Abstrak

ABSTRAK Pada penelitian ini telah dilakukan isolasi selulosa dari limbah padat tapioka (onggok) dan pencampuran antara poli asam laktat (PAL) sebagai polimer sintetik dan selulosa sebagai polimer alam. PAL dan selulosa tidak homogen sehingga terjadi pemisahan saat pencampuran. Untuk memperbaiki stabilitas dan kompatibilitas kedua bahan digunakan polietilen glikol (PEG) sebagai plasticizer. Proses isolasi selulosa menghasilkan 10 gram dari 75 gram sampel menggunakan metode delignifikasi. Selulosa diproses dengan metode delignifikasi untuk mendapatkan kadar α-selulosa yang baik yaitu 94,23%. Karakterisasi dilakukan dengan analisis FTIR, SEM, dan TGA/DTA. Pada analisis IR, spektrum campuran selulosa-PEG-PAL sedikit bergeser ke bilangan gelombang yang lebih rendah jika dibandingkan dengan campuran selulosa-PAL. Hal ini diakibatkan karena gugus C-O-C dan -OH dari PEG dapat membentuk ikatan hidrogen atau interaksi dipolar dengan selulosa-PAL. Pada analisis SEM, dengan penambahan PEG mengakibatkan morfologi permukaan campuran selulosa-PAL menjadi semakin tidak merata yang menandakan bahwa sifat mekanik material semakin baik, dan uji dekomposisi menggunakan TGA/DTA menunjukkan bahwa campuran selulosa-PAL (1:5 w/w) memiliki kestabilan termal yang paling rendah dan campuran selulosa-PEG-PAL (1:1,0:5 w/w) memiliki kestabilan paling tinggi. Kata Kunci : Limbah Padat Tapioka, Selulosa,Polietilen Glikol (PEG), Poli Asam Laktat (PAL) ABSTRACT In this study, cellulose had been isolated from tapioca solid waste and poly lactic acid (PLA) as a synthetic polymer had been mixed with cellulose as a natural polymer. At the time of mixing, PLA and cellulose couldn’t be homogeneous, and there was separation of both. Because of that polyetylen glycol (PEG) was used as a plasticizer to improve the stability and compatibility of both materials. The yield of delignification cellulose was 10 grams from 75 grams of sample. Cellulose was processed by delignification method to get a good α-cellulose that yield was 94.23%. Characterization was performed by using FTIR, SEM, and TGA/DTA analysis. In the FTIR analysis, the cellulose-PEG-PLA mixed spectrum slightly shifted to a lower wave number than a PLA-cellulose mixture. This indicates that the C-O-C and -OH groups of PEG may form hydrogen bonds or dipolar interactions with cellulose-PLA. In SEM analysis, the addition of PEG was causing morphological change, to be unevenly which indicate that the mechanical properties of the material was improved, and the decomposition test using TGA/DTA showed that the cellulose-PLA (1:5 w/w)was to be the lowest thermal stability and cellulose-PEG-PAL (1:1.0:5 w/w) was to be highest thermal stability. Keyword: Solid Waste Tapioca, Cellulose, Polyethylene Glycol (PEG), Poly Lactic Acid (PAL)

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: Q Science (General) > QD Chemistry
Program Studi: Fakultas MIPA > Prodi Kimia
Depositing User: 50574432 . Digilib
Date Deposited: 26 Jul 2017 04:53
Last Modified: 26 Jul 2017 04:53
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/27478

Actions (login required)

View Item View Item