IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM PENDAMPING DESA DI DESA BOGOREJO KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN

YOGI NOVIANTAMA, 1316021087 (2017) IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM PENDAMPING DESA DI DESA BOGOREJO KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (35Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2649Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2278Kb) | Preview

Abstrak

Melihat pembangunan yang tidak merata, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat sebuah konsep Nawacita yang salah satunya bertujuan untuk membangun desa dari pinggiran. Pemerintah Indonesia mulai memfokuskan pengembangan atau pembangunan di daerah dan desa-desa yang dilakukan secara masif dan berimbang dengan membuat kebijakan program pendamping desa. Berkenaan dengan permasalahan tersebut maka penelitian ini ditujukan untuk mengetahui implementasi kebijakan program pendamping desa dan mengetahui kendala-kendala dalam implementasi kebijakan program pendamping desa di Desa Bogorejo Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan analisis kualitatif dari model implementasi kebijakan George C Edward III Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Implementasi Kebijakan Program Pendamping Desa di Desa Bogorejo telah berjalan, namun masih ditemukan kendala-kendala seperti kurang maksimalnya komunikasi, Sumber Daya Manusia yang kurang memadai dan tidak sesuai bidangnya, pendamping desa tidak hanya mendampingi satu desa, pendamping desa tidak permanen atau sistem kontrak. Diharapkan pemerintah melalui Kemendes dapat lebih intensif melalukan pelatihan kepada penamping desa, memberikan setidaknya dua sampai tiga tahun kontrak kepada pendamping desa, dan yang lebih penting pemerintah harus mengevaluasi kebijakan program pendamping desa. Kata kunci: Kebijakan, implementasi, pembangunan, pendamping desa, desa. IMPLEMENTATION OF POLICY VACCINE PROGRAM IN VILLAGES BOGOREJO SUB DISTRICT GEDONG REGENCY OF SUPPLEMENTARY PESAWARAN Seeing the uneven development, President Joko Widodo (Jokowi) created a concept of Nawacita, one of which aims to build a village from the periphery. The Government of Indonesia is beginning to focus on development or development in areas and villages that are done in a massive and balanced manner by making the policy of the village escort program. With regard to this problem, this research is aimed to find out the implementation of the policy of the village escort program and to know the obstacles in the implementation of the policy of the village escort program in Bogorejo Village, Gedong Tataan District Pesawaran Regency. The method used in this research is descriptive with qualitative analysis of policy implementation model George C Edward III The results showed that implementation of Policy Implementation Program of Village Assistance Program in Bogorejo Village has been run, but still found obstacles such as lack of communication maximum, Insufficient Human Resources and unsuitable field, village facilitator not only accompany one village, Or contract system. It is expected that the government through Kemendes can more intensively conduct training to village counselors, providing at least two to three years of contracts to village counselors, and more importantly the government should evaluate the program policies of village counselors. Keywords: policy, implementation, development, village counselor, village.

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: H Ilmu Sosial = Social Sciences > HM Sociology
H Ilmu Sosial = Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
J Political Science > JS Local government Municipal government
Program Studi: Fakultas ISIP > Prodi Ilmu Pemerintahan
Depositing User: 4950160 . Digilib
Date Deposited: 03 Aug 2017 06:42
Last Modified: 03 Aug 2017 06:42
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/27697

Actions (login required)

View Item View Item