PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAN VARIASI DOSIS EKSTRAK STEROID TERIPANG PASIR (Holothuria scabra) TERHADAP PEMBALIKAN KELAMIN JUVENIL LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus)

Asep Yusup Hamdani, 1527021002 (2017) PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAN VARIASI DOSIS EKSTRAK STEROID TERIPANG PASIR (Holothuria scabra) TERHADAP PEMBALIKAN KELAMIN JUVENIL LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus). Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK (ABSTRACT).pdf

Download (19Kb) | Preview
[img] Text
TESIS FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2173Kb)
[img]
Preview
Text
TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2174Kb) | Preview

Abstrak

ABSTRAK Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan salah satu komoditi perikanan yang diminati oleh masyarakat, lobster jantan juga mempunyai warna yang menarik, ukurannya lebih besar disbanding betina. Untuk meningkatkan jumlah individu jantan dapat dilakukan dengan cara pembalikan kelamin (sex reversal). Salah satu cara pembalikan kelamin yang digunakan adalah melalui perendaman dengan hormon steroid. Teripang atau timun laut merupakan satu jenis komoditi laut dari sub sektor perikanan yang potensial dan bernilai domestik maupun internasional. Zat bioaktif yang terkandung dalam teripang adalah senyawa steroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan variasi dosis ekstrak steroid teripang terhadap pembalikan kelamin (sex reversal) menuju jantan pada juvenil lobster air tawar (C. quadricarinatus). Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Analisis data menggunakan analisis ragam (Anara) sesuai dengan rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua variabel, dan jika terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak steroid teripang pasir memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat keberhasilan pembentukan kelamin jantan lobster air tawar. Rerata persentase jantan tertinggi diperoleh pada perlakuan dosis 2 gr/L dengan lama waktu perendaman18 jam sebesar 79,86 % sedangkan terendah pada kontrol sebesar 31,03 %. Pertumbuhan panjang, bobot harian dan biomassa juga menunjukkan pengaruh yang signifikan, sementara kelulushidupan tidak signifikan. Pemberian ekstrak steroid teripang dengan lama perendaman berbeda memberikan berpengaruh secara nyata terhadap pembentukan monoseks jantan lobster air tawar dengan perlakuan yang terbaik yaitu lama perendaman 18 jam dan dosis 2 gr/L. Kata kunci: teripang pasir, steroid, lobster air tawar, pembalikan kelamin (jantan) ABSTRACT Freshwater crayfish (Cherax quadricarinatus) is one of fishery commodities which is in demand. In order to increase the number of male critters, it is important to know about sex reversal on crayfish. One method of manipulating sex reversal in crayfish is by soaking in steroid hormones. Sea cucumber is one type of marine commodities that has domestic and international value as a potential fishery commodities. The sea cucumber contains a bioactive substance called steroid compound. The aim of this research is to know the effect of soaking duration and dose variation extract of sea cucumber on sex reversal to male sex on juvenile freshwater crayfish (Cherax quadricarinatus). The research used Factorial Randomized Design (RAL) with 9 treatments and 3 replications . The data analysis was done using analysis of variety (Anara) in accordance with the design used, that is Completely Random Design (RAL) of two variables, and when there was a real difference, the test must be continued with the Smallest Different Test with α = 5%. The results showed that giving steroid extract of sea cucumber with different soaking time would effect the success rate of male genital formation on freshwater crayfish. The highest percentage of males obtained in the treatment dose (2 mg / L 18 h) was 79.86% and the lowest percentage was obtained in the control treatment at 31.03%. Long growth, daily weight and biomass also showed a significant effect, while life was not significant. Giving steroid extract of sea cucumber with different soaking time has resulted the formation of male monosex freshwater crayfish with the best treatment of 18 hours of soaking and 2 mg / L dose. Keywords: sea cucumber, steroid, freshwater crayfish, sex reversal (male)

Tipe Karya Ilmiah: Tesis (Masters)
Subyek: Q Science (General) > Q Science (General)
Program Studi: Fakultas MIPA > Prodi Magister Ilmu Biologi
Depositing User: 86155015 . Digilib
Date Deposited: 04 Aug 2017 08:05
Last Modified: 04 Aug 2017 08:05
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/27738

Actions (login required)

View Item View Item