EVALUASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG

TIARA DHAYU PRAMESWARI , 1316021080 (2017) EVALUASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (10Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1752Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1395Kb) | Preview

Abstrak

ABSTRAK Kebijakan Pendidikan Program Bina Lingkungan diatur dalam Perda Nomor 01 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Perwali Nomor 49 tahun 2013 tentang PPDB. Namun pada implementasinya timbul berbagai macam permasalahan yaitu penetapan kuota penerimaan peserta didik bina lingkungan tidak sesuai dengan perda, terjadi ketimpangan kuota penerimaan antara sekolah favorit dan biasa, serta belum mengakomidir kebutuhan siswa miskin sehingga kebijakan tersebut perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pencapaian dan faktor ketidakberhasilan pencapaian implementasi kebijakan. Tipe penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan 6 informan dan menyebarkan kuesioner pada 83 respoden yang terdiri dari 28 responden Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, 22 responden guru SMPN 2 dan SMPN 22 Bandar Lampung dan 33 responden wali murid bina lingkungan kelas VII SMPN 2 dan SMPN 22 Bandar Lampung dengan teknik sampling jenuh yaitu sampel populasi. Hasil penelitian menunjukan jika 68 responden masuk dalam kategori positif yang berarti hasil evaluasi implementasi pada input, proses maupun output kebijakan sebagian besar sudah tercapai. Salah satu pencapaian pada output kebijakan adalah kebijakan tersebut telah efektif karena mengurangi angka putus sekolah di Kota Bandar Lampung. Namun sebanyak 15 responden masuk dalam kategori negatif disebabkan oleh input dari penetapan jumlah kuota penerimaan peserta didik tidak efektif karena tidak diatur menggunakan regulasi yang jelas sehingga terjadi tumpang tindih antara perda dan perwali. Hal tersebut menyebabkan output pencapaian kuota penerimaan peserta didik bina lingkungan tidak efektif karena tidak sesuai dengan perda. Selain itu, proses implementasi kebijakan tersebut belum efektif karena banyak permasalahan yang terjadi, diantaranya yaitu menurunnya mutu pendidikan di Kota Bandar Lampung khususnya di SMPN 2 dan SMPN 22 Bandar Lampung karena motivasi dan prestasi belajar siswa bina lingkungan yang masih rendah. Kata Kunci : Evaluasi, Kebijakan, Pendidikan, Bina Lingkungan. ABSTRACT Education policy program community development for Perda No 01 Th 2012 about the Realization of Education and perwali No 49 Th 2013 about the PPDB. However, in the implementation of various kinds of problems arise, namely the determination of the quota admissions learners community development does not comply with the quota change,occurring imbalances between the school reception favorite and unusual, and and yet meet the needs of poor students so that the policy needs to be evaluated. This study aims to describe the achievement and attainment of an unsuccessful implementation of policy. This type of research is quantitative descriptive. Data collection was conducted through interviews with 6 informant questionnaire on 83 and spread respoden which consists of 28 respondents from the Department of Education and Culture, 22 respondents teacher at SMPN 2 and in SMPN 22 Bandar Lampung and 33 respondents caregivers Class VII in SMPN 2 and in SMPN 22 Bandar Lampung with saturated sampling techniques or sampling population. The results of the research showed if 68 respondents fall into the category of positive which means implementation evaluation results on the input, process as well as the output policy is largely already achieved. One of the achievements in the output policy is the policy has reduced the numbers dropping out of school in the city of Bandar Lampung. But as many as 15 respondents fall into the category of negative because of the input of the number of admissions quota assignment learners not set using a clear regulation which overlap between local regulations and rules of the Mayor. It also results in the output quotaattainment the learners community acceptance does not comply with the change. In addition, negative response is also caused by the decrease in the quality of education in the city of Bandar Lampung in SMPN 2 and in SMPN 22 Bandar Lampung because motivation and learning achievements of students of community development which is still low. Keywords: Evaluation, Policy, Education, Community Development.

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: H Ilmu Sosial = Social Sciences
Program Studi: Fakultas ISIP > Prodi Ilmu Pemerintahan
Depositing User: 89522572 . Digilib
Date Deposited: 21 Aug 2017 06:46
Last Modified: 21 Aug 2017 06:46
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/28007

Actions (login required)

View Item View Item