PRARANCANGAN PABRIK ISOBUTYLENE DARI TERT-BUTYL ALCOHOL DENGAN KATALIS PARA TOLUENE SULFONIC ACID KAPASITAS 40.000 TON/TAHUN

YENI RIA WULANDARI , 1115041047 (2017) PRARANCANGAN PABRIK ISOBUTYLENE DARI TERT-BUTYL ALCOHOL DENGAN KATALIS PARA TOLUENE SULFONIC ACID KAPASITAS 40.000 TON/TAHUN. FAKULTAS TEKNIK , UNIVERSITAS LAMPUNG .

[img]
Preview
FIle PDF
ABSTRAK.pdf

Download (117Kb) | Preview
[img] FIle PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (3644Kb)
[img]
Preview
FIle PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1391Kb) | Preview

Abstrak

ABSTRACT Isobutylene is one of chemical industrial products used to raw material of manufacturing of methyl tertier butyl ether (MTBE), ethyl tersier butyl eter (ETBE), and di-isobutylene (DIB). There are three processes to produce isobutylene, 1) Dehidrogenation of isobutana, 2) Methyl Tert-Butyl Ether (MTBE), and 3) Dehydration of Tert-Butyl Alcohol (TBA). The utility units consist of water supply system, cooling water supply system, steam supply system, instrument air supply system, electric supply system and waste water treatment system. This plant is meant to produce 40.000 tons/year Isobutylene with operation time 24 hour/day, 330 hour/year. This plant is planned to be built in Pandeglang, Banten. The bussines entity form is Limited Liability Company (Ltd) using line and staff organizational structure with 120 labors. From the economic analysis, it is obtained that: Fixed Capital Investment (FCI) = Rp 1.115.052.536.815 Working Capital Investment (WCI) = Rp. 203.190.188.642 Total Capital Investment (TCI) = Rp 1.354.601.257.612 Break Even Point (BEP) = 35,92% Shut Down Point (SDP) = 18,08 % Pay Out Time after taxes Return on Investment after taxes (POT)a (ROI)a = 3,61 years = 31,55% Considering the summary above, it is proper to study the establishment of Isobutylene plant further, because the plant is profitable and has good prospects. ABSTRAK Isobutylene merupakan salah satu produk industri kimia yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan methyl tertier butyl ether (MTBE), ethyl tersier butyl eter (ETBE), dan di-isobutylene (DIB). Isobutylene dapat di produksi dengan beberapa proses yaitu 1) Proses Dehidrogenasi Isobutana, 2) Proses Cracking Methyl Tert- Butyl Ether (MTBE), dan 3) Proses Dehidrasi Tert-Butyl Alcohol (TBA). Penyediaan kebutuhan utilitas pabrik berupa sistem pengolahan dan penyediaan air, sistem penyediaan steam, cooling water, sistem penyediaan udara tekan,dan sistem pembangkit tenaga listrik. Kapasitas produksi pabrik direncanakan 40.000 ton/tahun dengan 330 hari kerja dalam 1 tahun. Lokasi pabrik direncanakan didirikan di daerah Cilegon, Banten. Tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 120 orang dengan bentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT) yang dipimpin oleh seorang Direktur Utama yang dibantu oleh Direktur Produksi dan Direktur Keuangan dengan struktur organisasi line and staff. Dari analisis ekonomi diperoleh: Fixed Capital Investment (FCI) = Rp 1.115.052.536.815 Working Capital Investment (WCI) = Rp 203.190.188.642 Total Capital Investment (TCI) = Rp 1.354.601.257.612 Break Even Point (BEP) = 35,92% Shut Down Point (SDP) = 18,08% Pay Out Time after taxes Return on Investment after taxes (POT)a (ROI)a = 3,61 years = 31,55% Mempertimbangkan rangkuman di atas, sudah selayaknya pendirian pabrik isobutylene ini dikaji lebih lanjut, karena merupakan pabrik yang menguntungkan dan mempunyai prospek yang baik.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: > QD Chemistry
> Teknologi (General)
> Teknologi (General)
Teknologi (General)
Program Studi: Fakultas Teknik > Prodi S1-Teknik Kimia
Pengguna Deposit: 84655539 . Digilib
Date Deposited: 24 Nov 2017 08:55
Terakhir diubah: 24 Nov 2017 08:55
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/29093

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir