KOORDINASI ANTARA PEMERINTAH DAERAH DENGAN NON GOVERNMENTAL ORGANIZATION DALAM PROGRAM BANK SAMPAH DI KELURAHAN PANJANG SELATAN KOTA BANDARLAMPUNG

GHALI BILLRIDHO SETIAWAN, 1016041047 (2017) KOORDINASI ANTARA PEMERINTAH DAERAH DENGAN NON GOVERNMENTAL ORGANIZATION DALAM PROGRAM BANK SAMPAH DI KELURAHAN PANJANG SELATAN KOTA BANDARLAMPUNG. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (56Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (2019Kb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1736Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Masalah sampah di perkotaan merupakan salah satu isu lingkungan yang paling disoroti dalam pembangunan berkelanjutan. Munculnya masalah sampah tersebut merupakan dampak dari tingginya pertumbuhan penduduk dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Pertumbuhan pembangunan yang cepat dan diikuti oleh pertumbuhan sosial ekonomi masyarakat mengakibatkan semakin banyak jumlah sampah yang dihasilkan dan kualitasnya yang semakin beraneka ragam sehingga membutuhkan penangangan yang kompleks. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana koordinasi antara pemerintah daerah dan non governmental organization dalam program bank sampah dan kendala-kendala apa saja yang muncul di kelurahan panjang selatan kota bandarlampung? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, lokasi penelitian dilakukan di kelurahan kota karang, panjang selatan yang melaksanakan Program Bank Sampah. teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan analisis wawancara, dokumentasi, serta observasi. Analisis data digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisa kualitatif, yaitu menganalisa data dengan menjelaskan dalam bentuk kalimat logis. Setalah data di analisa dan dijabarkan kemudian di tarik sebuah kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah sudah terjadinya koordinasi awal dan konsultasi awal guna membuat program Bank Sampah. Tujuan dari Bank Sampah di Kota Bandar Lampung yaitu mengajarkan masyarakat menabung melalui sampah yang sudah dipilah dengan ini dapat mengurangi volume sampah yang ada. Jadi saat ini para pelaksana program sudah cukup memahami tujuan dari Bank Sampah di Kota Bandar Lampung. Tugas dan wewenang setiap pelaksana juga telah dirumuskan dan disepakati pada saat workshop “Trash To Cash” yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan kebijakan di Kota Bandar Lampung dan aktivis NGO pada 24 Juni 2014 bertempat di Hotel Sheraton Bandar Lampung. Faktor Penghambat Program Bank Sampah Di Kelurahan Panjang Selatan Bandar Lampung Pelaksana program Bank Sampah di lapangan masih belum mandiri dan masih perlu pendampingan. Dukungan dari pimpinan tingkat bawah masih belum ada. Belum adanya kepastian tempat dalam pemasaran produk dari Bank Sampah. Partisipasi masyarakat masih kurang dalam peaksanaan Program Bank Sampah. Kata Kunci : Koordinasi, Program Bank Sampah COORDINATION BETWEEN REGIONAL GOVERNMENTS WITH NON GOVERNMENTAL ORGANIZATION IN WASTE BANK PROGRAM IN SOUTH PANJANG BANDAR LAMPUNG CITY The waste problem in urban areas is one of the most highlighted environmental issues in sustainable development. This problem is the impact of high population growth and socio-economic activities of the community. The rapid growth of development and followed by the socio-economic growth of the community resulted in an increasing number of waste generated and the increasingly diverse quality that requires complex handling. The problem in this research is how is the coordination between local government and non governmental organization in garbage bank program and any constraints that arise in South Panjang Bandar Lampung city? This study used a qualitative approach with descriptive research, the study was conducted in Kota Karang, South Panjang that implemented the Waste Bank Program. Data collection techniques used in this study was interview analysis, documentation, and observation. Data analysis used in this research was qualitative analysis, namely analyzing data by explaining in logical sentence then analyzed and took the conclusion. The result of this research was the initial coordination and initial consultation to make the waste bank program. The aim of this program was to teach the society to save through the waste that has been sorted, so that it can reduce the volume of waste. The duties and authorities of each implementer have also been formulated and agreed upon during the "Trash to Cash" workshop attended by policy stakeholders in Bandar Lampung city and NGO activists on June 24, 2014 at the Sheraton Hotel Bandar Lampung. The inhibiting factors in waste Bank Program in South Panjang of Bandar Lampung was still not independent and need a guidance and support from lower level leadership. The absence of certainty of place in the marketing of products from Bank Trash. Community participation is still lacking in the implementation of the Waste Bank Program. Keywords: Coordination, Waste Bank Program

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek:
Program Studi: Fakultas ISIP > Prodi Ilmu Administrasi Negara
Pengguna Deposit: 08010434 . Digilib
Date Deposited: 22 Dec 2017 08:22
Terakhir diubah: 22 Dec 2017 08:22
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/29457

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir