“IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET C (SETARA SMA) DI KOTA BANDAR LAMPUNG (Studi Kasus: PKBM Indah Kusuma Bangsa Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung)”

DISTIANT BALFAS, 0916041032 (2017) “IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET C (SETARA SMA) DI KOTA BANDAR LAMPUNG (Studi Kasus: PKBM Indah Kusuma Bangsa Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung)”. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lampung.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (58Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2451Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2217Kb) | Preview

Abstrak

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan di Indonesia diselenggarakan dalam tiga jalur, yaitu pendidikan formal, non formal dan informal. Dalam rangka perluasan kesempatan belajar bagi masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal, pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional membuka program pendidikan Nonformal berupa Program Pendidikan Kesetaraan Paket C setara SMA/MA. Meskipun begitu, sangat disayangkan pada saat ini masih banyak warga masyarakat yang belum tuntas wajib belajar dua belas tahun. PKBM merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan nonformal dan informal yang dapat melaksanakan Program Pendidikan Kesetaraan Paket C dan salah satu PKBM yang menyelenggarakan program tersebut adalah PKBM Indah Kusuma Bangsa Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Implementasi Program Pendidikan Kesetaraan Paket C di Kota Bandar Lampung dianalisis melalui empat indikator yaitu (1) Komunikasi, (2) Sumber-sumber, (3) Kecenderungan-kecenderungan dan (4) Struktur Birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program Pendidikan Kesetaraan Paket C di PKBM Indah Kusuma Bangsa sudah berjalan dengan cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari keempat elemen yang dikemukakan oleh George Edward III semuanya berada pada kategori baik (berkualitas), komunikasi berjalan dengan baik, sumber-sumber yang ada sudah cukup memadai mulai dari SDM dan sarana prasarana cukup lengkap, kecenderungan-kecenderungan telah terlaksana dengan baik, struktur birokrasi SOP yang digunakan adalah petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh pemerintah dan fragmentasi yang terjadi memberi dampak positif bagi pelaksanaan program. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah Implementasi Program Pendidikan Kesetaraan Paket C yang dilaksanakan oleh PKBM Indah kusuma Bangsa Kec. Kemiling Kota Bandar Lampung telah berjalan dengan cukup baik, hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator yaitu komunikasi, sumber-sumber, kecenderungan-kecenderungan dan struktur birokrasi. Komunikasi yang terjalin cukup baik, sumber-sumber yang ada sudah cukup memadai, kecenderungan-kecenderungan yang ada kearah positif yaitu dengan adanya komitmen dan dukungan yang ada dari pemerintah, para pembuat kebijakan dan para implementor kebijakan, didalam struktur birokrasi SOP yang digunakan adalah petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat yang sudah pasti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta dapat dipertanggung jawabkan secara hukum dan fragmentasi atau pembagian tugas yang ada dalam struktur birokrasi sudah terlaksana dengan baik dengan menyesuaikan antara tugas dan tanggung jawabnya serta dalam pelaksanaannya dilakukan dengan koordinasi yang baik. Kata Kunci : Implementasi Program

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: J Political Science > JS Local government Municipal government
L Education > L Education (General) = Pendidikan
Program Studi: Fakultas ISIP > Prodi Administrasi Publik
Depositing User: 40751221 . Digilib
Date Deposited: 26 Jan 2018 03:50
Last Modified: 26 Jan 2018 03:50
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/29912

Actions (login required)

View Item View Item