KONFLIK TOKOH DALAM KUMPULAN CERPEN SEPOTONG HATI YANG BARU KARYA TERE LIYE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA DI SMP

ERVINA, 1413041028 (2018) KONFLIK TOKOH DALAM KUMPULAN CERPEN SEPOTONG HATI YANG BARU KARYA TERE LIYE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA DI SMP. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (118Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1908Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1591Kb) | Preview

Abstrak

Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimanakah konflik yang terjadi dalam kumpulan cerpen Sepotong Hati yang Baru dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMP. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan konflik dalam kumpulan cerpen Sepotong Hati yang Baru. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif . Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis teks. Konflik yang terdapat dalam kumpulan cerpen Sepotong Hati yang Baru adalah konflik manusia dengan dirinya sendiri terlihat dari tokoh Aku dalam cerpen Hiks, Kupikir Itu Sungguhan yaitu antara perasaan suka dan prisip yang telah dibuat oleh tokoh aku, diungkapkan dalam kata-kata seperti enak saja Putri bilang aku bukan tipe-nya Rio. Kalau saja aku tidak memiliki prinsip tidak mau dekat-dekat dengan teman cowok kecuali memang mau serius, sejak dulu mudah saja membuat Rio naksir padaku. Konflik manusia dengan manusia terlihat dari tokoh Engtay dengan Putra Mahkota dalam cerpen Mimpi-mimpi Sampek-Engtay yaitu “apa yang kau lakukan, perempuan hina!” Putra Mahkota menarik tubuh Engtay. Konflik manusia dengan masyarakat terlihat dari rombongan berkedok dengan Governoer dalam cerpen Itje Noerbaja & Kang Djalil yaitu “Semoea diam di tempat!” Pemimpin orang berkedok, membentak, hanja matanja jang terlihat. Konflik manusia dengan alam terlihat ketika Tingor mendapat hukuman untuk berdiri di halaman pada malam hari dan terkena hujan dalam cerpen Buat Apa Disesali yaitu malam itu hujan deras Hesty menangis, mengintip dari teras lantai dua, melihat Tingor yang menggigil kedinginan bersimbah hujan. Manajemen konflik yang terdapat dalam kumpulan cerpen Sepotong Hati yang Baru adalah cara menghindari, akomodasi, kolaborasi, kompetisi. Konflik berimplikasi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Pembelajaran tentang struktur cerita yang berisi konflik terdapat pada kelas IX, yaitu mengidentifikasi unsur pembangun karya sastra dalam teks cerita pendek yang dibaca atau didengar. Kumpulan cerpen Sepotong Hati yang Baru dapat digunakan sebagai bahan ajar karena terdapat cerpen-cerpen yang mengandung konflik. Kata kunci : bahan ajar, cerita pendek, konflik

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: L Education > L Education (General) = Pendidikan
Program Studi: Fakultas KIP > Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah
Depositing User: 201873414 . Digilib
Date Deposited: 23 Apr 2018 06:57
Last Modified: 23 Apr 2018 06:57
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/31116

Actions (login required)

View Item View Item