PELAKSANAAN PROGRAM KOTA TERPADU MANDIRI DALAM KERANGKA OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN MESUJI LAMPUNG

LISTIANI BUDITAMA, 1212011170 (2018) PELAKSANAAN PROGRAM KOTA TERPADU MANDIRI DALAM KERANGKA OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN MESUJI LAMPUNG. FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (93Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1878Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1793Kb) | Preview

Abstrak

Kota Terpadu Mandiri yang disingkat dengan KTM adalah kawasan yang direncanakan untuk menciptakan kawasan yang cepat tumbuh dan berkembang di kawasan lokasi transmigrasi. Menurut Kepmen Nakertrans Nomor: KEP.214/MEN/V/2007 bahwa dalam upaya Pembangunan dan Pengembangan Kota Terpadu Mandiri perlu ditetapkan Kawasan Pembangunan dan Pengembangan Kota Terpadu Mandiri. dari Tahun 2008- 2017 saat ini KTM mesuji di Tanjung Mas Makmur belum terlihat tanda-tanda sebagai kawasan cepat tumbuh, seperti belum dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang diharapkan untuk menunjang pertumbuh dan perkembangan menjadi sebuah kota yang berkembang terpadu dan mandiri, sehingga aspek- aspek pengembangan yang meliputi aktifitas usaha ekonomi, pendidikan serta prasana lain seperti jalan tersebut harus menjadi perhatian serius untuk mewujudkan konsep pengembangan KTM Di Kecamatan Mesuji Timur. Kabupaten Mesuji Lampung. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana pelaksanaan program KTM dikabupaten mesuji lampung? (2) apa sajakah faktor penghambat dari pelaksanaan tersebut? jenis penelitian ini adalah normative empiris yaitu dengan tipe penelitian analisis kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Hasil penelitian bahwa Pelaksanaan program KTM diKabupaten Mesuji adalah pengembangan kawasan desa Tanjung Mas Makmur seperti pengembangan usaha, pengembangan masyarakat, serta program lingkungan dan keserasian lingkungan sebagai salah satu program dari Kota Terpadu Mandiri yang berada di Kabupaten Mesuji Lampung. Faktor-faktor penghambat lainnya dalam pelaksanaan KTM ini antara lain system permodalan yang masih dikuasai Bandar atau tengkulak, belum terdapat arahan masyarakat, belum dijabarkan mengenai arahan rencana pengelolahan lingkungan, serta kurangnya infrastruktur, kondisi jalan yang rusak,sumber daya manusia serta kondisi tanah yang tidak subur. Kata kunci: Pelaksanaan, Program, Kota Terpadu Mandiri. THE IMPLEMENTATION OF INTEGRATED AND INDEPENDENT CITY PROGRAM IN THE FRAMEWORK OF REGIONAL AUTONOMY OF MESUJI REGENCY - LAMPUNG Integrated and Independent City (Kota TerpaduMandiri), abbreviated as KTM is a planned area to create a fast growing and developing area in the transmigration region. According to the Minister of Manpower and Transmigration Number: KEP.214/MEN/V/2007 that in the effort to the development and the growth of an Integrated and Independent City, it is necessary to stipulate the development and the growth of Integrated and Independent area. From 2008 to 2017, KTM Mesuji in Tanjung Mas Makmur did not seem like a fast growing area, as it is not yet equipped with supporting facilities and infrastructure to support the growth and development of an integrated and independent city, includes some aspects like economy, education, and infrastructure like roads which require a serious concern to establish the concept of KTM in the Eastern Mesuji region. Mesuji regency, Lampung. The problems in this research are formulated as follows (1) how is the implementation of KTM program in the regency of Mesuji Lampung? (2) what are the inhibiting factors of the implementation of the program? This research is a normative empirical type with qualitative analysis. The data sources consisted of primary and secondary data. The results of the research showed that that the implementation of KTM program in Mesuji regency is the development of Tanjung Mas Makmur village area such as in business development, community development, environmental programs and environmental harmony as one of the programs of Integrated and Independent City located in Mesuji regency - Lampung. There were several inhibiting factors in the implementation of this program including the capital system which is still controlled by middlemen, the absence of community direction, the absence of the direction of environmental management plan, as well as lack of infrastructures included the damaged road conditions, lack of human resources and the infertile land conditions in the region. Keywords: Implementation, Program, Integrated and Independent City

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: J Political Science > JS Local government Municipal government
Program Studi: Fakultas Hukum > Prodi Ilmu Hukum S1
Prodi Ilmu Hukum S1
Depositing User: 201824359 . Digilib
Date Deposited: 02 May 2018 07:59
Last Modified: 02 May 2018 07:59
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/31399

Actions (login required)

View Item View Item