PENGARUH PEMBERIAN MINYAK JELANTAH TERHADAP PERBEDAAN RERATA KERUSAKAN GAMBARAN HISTOLOGI JARINGAN USUS HALUS TIKUS JANTAN (Rattus norvegicus) GALUR Sprague dawley

ARIF SIGIT ANANTO, 1418011029 (2018) PENGARUH PEMBERIAN MINYAK JELANTAH TERHADAP PERBEDAAN RERATA KERUSAKAN GAMBARAN HISTOLOGI JARINGAN USUS HALUS TIKUS JANTAN (Rattus norvegicus) GALUR Sprague dawley. Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (820Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (666Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (515Kb) | Preview

Abstrak

ABSTRAK PENGARUH PEMBERIAN MINYAK JELANTAH TERHADAP PERBEDAAN RERATA KERUSAKAN GAMBARAN HISTOLOGI JARINGAN USUS HALUS TIKUS JANTAN (Rattus norvegicus) GALUR Sprague dawley Oleh ARIF SIGIT ANANTO Latar belakang: Minyak jelantah adalah minyak goreng yang telah dipanaskan berulang kali. Pemanasan minyak goreng akan menyebabkan pembentukan senyawa radikal bebas. Radikal bebas dapat menyebabkan terjadinya reaksi stres oksidatif pada berbagai sel dalam tubuh. Usus halus merupakan salah satu organ yang mudah mengalami stres oksidatif akibat radikal bebas. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak jelantah terhadap perbedaan rerata kerusakan gambaran histologi jaringan usus halus. Metode: Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus putih galur Sprague dawley yang dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok 1 (K) tikus tidak diberikan perlakuan, sedangkan pada kelompok 2 (P1), kelompok 3 (P2), kelompok 4 (P3) dan kelompok 5 (P4) masing-masing diberikan minyak jelantah yang telah digoreng sebanyak 1x, 4x, 8x dan 12x penggoregan dengan dosis 1,5 ml/hari secara oral selama 28 hari. Gambaran kerusakan pada usus halus terdiri dari infiltrasi PMN dan kerusakan epitel. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik Kruskal-Wallis yang dilanjutkan dengan uji statistik Mann-Whitney. Hasil: Berdasarkan uji Kruskal-Wallis diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05), sedangkan dengan uji Mann-Whitney untuk melihat perbedaan antara 2 kelompok percobaan didapatkan nilai p<0,05 (K-P2 0,008; K-P3 0,009; K-P40,009; P1-P2 0,017; P1-P3 0,009; P1-P4 0,009; P2-P3 0,026; P2-P4 0,08; P3-P4 0,009) yang artinya terdapat perbedaan rerata kerusakan yang bermakna antara 2 kelompok percobaan, kecuali antara kelompok K dengan kelompok P1 dengan nilai p=0,197 (p>0,05). Kesimpulan: Pemberian minyak jelantah mempunyai pengaruh secara bermakna terhadap perbedaan rerata kerusakan gambaran histologi jaringan usus halus. Kata kunci: minyak jelantah, radikal bebas, stres oksidatif , usus halus

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: Pengobatan > RB Pathology
Program Studi: Fakultas Kedokteran > Prodi Pendidikan Dokter
Depositing User: 201893356 . Digilib
Date Deposited: 03 Aug 2018 06:45
Last Modified: 03 Aug 2018 06:45
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/32564

Actions (login required)

View Item View Item