TINJAUAN HISTORIS SEKALA BEKHAK SEBAGAI MUASAL KEBERADAAN KERATUAN ADAT LAMPUNG

Achmad, OKTAVIYANTI SUBING (2013) TINJAUAN HISTORIS SEKALA BEKHAK SEBAGAI MUASAL KEBERADAAN KERATUAN ADAT LAMPUNG. Fakultas KIP, Universitas Lampung.

[img]
Preview
Text
COVER DALAM.pdf - Published Version

Download (102Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (85Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PERSETUJUAN.pdf - Published Version

Download (536Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PERNYATAAN.pdf - Published Version

Download (317Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (163Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf - Published Version

Download (144Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf - Published Version

Download (97Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf - Published Version

Download (67Kb) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (243Kb)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf - Published Version

Download (11Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf - Published Version

Download (11Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (82Kb) | Preview
[img] Archive
LAMPIRAN.zip - Published Version

Download (2934Kb)

Abstrak

Secara umum masyarakat adat Lampung dibedakan menjadi dua yaitu masyarakat adat Lampung Saibatin atau Pesisir dan masyarakat adat Lampung Pepadun. Masyarakat adat Lampung Pesisir biasanya sebagian besar mereka banyak tinggal di daerah pantai pesisir termasuk masyarakat Krui, Ranau, Komering sampai Kayu Agung. Dan masyarakat adat Lampung Pepadun sebagian besar mereka tinggal di daerah pedalaman Lampung terdiri dari masyarakat adat Abung, Menggala dan Buay Lima. Sehubungan dengan adanya Sekala Bekhak Sebagai Muasal Keberadaan Keratuan adat Lampung, ada empat orang Datu atau Keratuan yaitu, Keratuan Datu Di Puncak mengambil arah ke Puncak bukit, Keratuan datu di pugung mengambil tempat di Punggung Bukit, Keratuan Datu di Belalau mengambil tempat di tengkuk bukit dan yang terakhir adalah Keratuan datu di Pemanggilan mengambil tempat di bukit Pesagi. Maka salah satu masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalang tentang sekala Bekhak Sebagai muasal keberadaan keratuan adat Lampung Pesisir. Merupakan Keturunan Puyung lunik di way andak mengangkat dirinya menjadi Ratu di kampungnya yang disebut ratu menangsi. Hal ini dilakukan karena orang Abung, Pubian dan lain-lain telah mendirikan adat masing-masing dalam pemukimannya. Berdasarkan uraian diatas masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimanakah proses Sekala Bekhak sebagai muasal keberadaan Keratuan adat lampung pesisir? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses Sekala Bekahak sebagai muasal keberadaan Keratuan Adat Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Historis. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel tunggal dengan fokus penelitianproses sekala bekhak sebagai muasal keberadaan keratuan adat lampung.. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik kepustakaan dan teknik dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Dari penelitian diperoleh hasil bahwa Keratuan di pesisir timbulnya jauh di belakang masa keturunan di Bukit gunung pesagi. Kedatuan empat di sekala Bekhak masing-masing tempat bermukim Datu yang berpagar keliling dari galih kayu. Jadi dapat diumpamakan seorang putri untuk pimpinan rombongan bersama keluarganya dan warga yang dipimpinnya. Itulah sebabnya disebut Kedatuan atau Kedatun karena tempat Datu. Sedangkan tempat Ratu yang di Pesisir tidak ada keratonnya. Jadi sama halnya dengan Penyimbang dengan sebutan ditempat lain. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Sekala Bekhak merupakan sebuah Peradaban Kuno yang besar menghasilkan banyak produk-produk kebudayaan suber sejarah berupa Tambo dan silsilah dalam huruf Lampung yang ditulis di atas tanduk kerbau, kulit kayu dan dalung sebelum adanya kertas.Keratuan di Pesisir timbulnya jauh di belakang masa Kedatuan di Gunung Bukit Pesagi. Kedatuan empat di Sekala Bekhak masing-masing tempat bermukim Ratu yang berpagar keliling dari gilih kayu. Kepunahan Ratu Di Pugung karena di landa lahar dan musnahnya Ratu Bualaw karena takluk dan dihancurkan. Sedangkan Ratu yang tiga hilang akibat dari persengkongkolan antara Ratu Darah Putih Raden Intan mengakibatkan pudarnya Ratu Menangsi dan Ratu Melinting.

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: Ilmu Bantu Sejarah > Ilmu bantu sejarah (Umum)
L Education > L Education (General) = Pendidikan
P Language and Literature > PN Literature (General) > PN0441 Literary History
Program Studi: Fakultas KIP > Prodi Pendidikan Sejarah IPS
Depositing User: Farid Hambali Prihantoro, A.Md.
Date Deposited: 10 Jan 2014 03:45
Last Modified: 10 Jan 2014 03:52
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/328

Actions (login required)

View Item View Item