DESKRIPSI PROSES SUKSESI TIMOR LESTE MENURUT HUKUM INTERNASIONAL

YESSY THERESYA L. K , 1112011375 (2018) DESKRIPSI PROSES SUKSESI TIMOR LESTE MENURUT HUKUM INTERNASIONAL. FAKULTAS HUKUM , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (22Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1514Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1515Kb) | Preview

Abstrak

Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki sejarah panjang dalam perolehan wilayah. Menurut sejarah, Indonesia merupakan wilayah administratif Hindia Belanda yang pada tahun 1945 memerdekakan diri dari Hindia Belanda dan membentuk negara dengan nama Republik Indonesia. Pada proses pembentukan Indonesia terdapat 2 provinsi yang tidak otomatis tergabung dengan Indonesia, yaitu Papua dan Timor Timur. Timor Timur adalah salah satu provinsi yang menarik dalam sejarah Indonesia, dikarenakan Timor Timur bukanlah wilayah administratif Hindia Belanda, namun wilayah administratif Portugis. Tetapi pada tahun 1976 Timor Timur menjadi bagian dari Indonesia melalui proses Referendum. Setelah 24 tahun bergabung dengan Indonesia, pada tahun 1999 Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia dengan proses Referndum dan membentuk negara baru bernama Republik Demokratik Timor Leste. Proses bergabung dan berpisahnya Timor Timur dengan Indonesia dalam hukum internasional disebut sebagai suksesi negara. Tulisan ini hendak melihat bagaimanakah proses suksesi dalam hukum internasional dengan studi kasus Timor Leste. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, serta menganalisis proses suksesi yang terjadi pada Timor Leste menurut hukum internasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif. Data yang diperoleh dan diolah dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari sumber kepustakaan. Penelitian ini juga menggunakan metode analisis kualitatif dalam menganalisa data yang diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses bergabungnya Timor Leste dengan Indonesia dan berpisahnya Timor Timur dari Indonesia dan menjadi negara baru adalah sebuah proses suksesi.Proses suksesi saat bergabungnya Timor Timur dengan Indonesia dan berpisahnya Timor Leste menjadi negara baru merupakan suksesi parsial. Proses suksesi Timor Leste merupakan bentuk penerapan dari Konvensi Wina 1978 mengenai suksesi negara berisi bahwa suatu wilayah negara atau suatu wilayah dalam hubungan internasional menjadi tanggung jawab negara itu kemudian berubah menjadi bagian dari wilayah negara itu. Proses suksesi yang terjadi pada saat bergabungnya Timor Timur dengan Indonesia dan saat berpisah Timor Timur dari Indonesia dan menjadi negara baru sudah sesuai dengan aturan hukum internasional terkhusus ketentuan dalam Konvensi Wina 1978. Kata kunci : Indonesia, Suksesi negara, Timor Leste abstarct Indonesia is a country that has a history in the acquisition of a territory. Indonesia formerly an administrative region of the Indies which in 1945 gained independence from the Dutch East Indies and shape the country with the name of the Republic of Indonesia. In the process of formation of Indonesia there are two provinces that do not automatically belong to Indonesia, namely Papua and East Timor. East Timor is one of the provincial interest in the history of Indonesia. This is because East Timor was not an administrative region of the Indies, but the Portuguese administrative regions. In 1976, East Timor was part of Indonesia through the referendum process. However, after 24 years in 1999, East Timor broke away from Indonesia and form a new country. The process of joining and separation of East Timor by Indonesia in international law is referred to as a state succession. This paper is going to see how the succession process known in international law in the case study of Timor Leste. This study aims to know, understand, and analyze the process of succession that occurred in East Timor under international law. The method used in this research is the historical approach. The data obtained and processed in this research is secondary data derived from literature sources. This study also qualitative analysis method to analyze the data obtained. These results indicate that by the process of the merger of East Timor by Indonesia and East Timor's separation from Indonesia and become the new state is a process of succession. Succession process when the merger of East Timor by Indonesia and East Timor's separation into a new state is a partial succession. Timor Leste succession process is a form of application of Article 15 of the Vienna Convention in 1978 on state succession shows that an area of the country or a region in international relations are the responsibility of that country later became part of the territory of the country. Succession process that occurs at the time of the merger of East Timor by Indonesia in terms of the Vienna Convention 1978 is in conformity with the rules of international law. Keywords: Indonesia, Succession country, East Timor

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: J Political Science > JX International law
Program Studi: Fakultas Hukum > Prodi Ilmu Hukum S1
Depositing User: 201887652 . Digilib
Date Deposited: 24 Aug 2018 07:21
Last Modified: 24 Aug 2018 07:21
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/33033

Actions (login required)

View Item View Item