KONVERSI ENZIMATIS PATI SAGU MENJADI GLUKOSA MENGGUNAKAN ENZIM -AMILASE DARI Bacillus Subtilis ITBCCB148 YANG DIAMOBILISASI DENGAN KITOSAN UNTUK PRODUKSI BIOETANOL

NI PUTU RAHMA AGUSTINA, 1417011080 (2018) KONVERSI ENZIMATIS PATI SAGU MENJADI GLUKOSA MENGGUNAKAN ENZIM -AMILASE DARI Bacillus Subtilis ITBCCB148 YANG DIAMOBILISASI DENGAN KITOSAN UNTUK PRODUKSI BIOETANOL. FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (38Kb) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1313Kb)
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1314Kb) | Preview

Abstrak

Kebutuhan bahan bakar saat ini semakin meningkat sementara ketersediaan bahan bakar fosil terus berkurang. Oleh karena itu, diperlukan sumber energi alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Bioetanol merupakan salah satu sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui dan berpeluang untuk menggantikan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan pati sagu sebagai bahan baku untuk memproduksi bioetanol. Pati sagu dikonversi menggunakan enzim α-amilase dari Bacillus subtilis ITBCCB148 yang diamobilisasi dengan matriks kitosan melalui metode ikatan silang menjadi glukosa. Tahap penelitian ini meliputi proses isolasi enzim, pemurnian enzim, amobilisasi enzim, karakterisasi enzim hasil pemurnian dan amobilisasi serta konversi enzimatis pati sagu dan fermentasi bioetanol dengan bantuan Saccharomyces cerevisiae. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas spesifik enzim α-amilase hasil pemurnian hingga tahap dialisis adalah 4.576,43 Umg-1 dan kemurniannya meningkat 9 kali dibandingkan dengan ekstrak kasar enzimnya. Enzim α-amilase hasil pemurnian memiliki suhu optimum 65oC, KM = 2,037 mgmL-1 substrat, dan Vmaks = 28,571μmolmL-1 menit-1. Enzim α-amilase hasil amobilisasi memiliki suhu optimum75oC, KM = 2,046 mgmL-1 substrat, dan Vmaks= 27,027 μmolmL-1 menit-1. Aktivitas sisa enzim hasil pemurnian dan hasil amobilisasi dalam uji stabilitas termal pada suhu 60oC selama 80 menit berturut-turut sebesar 21% dan 81%. Enzim amobil dapat digunakan berulang hingga 5 kali. Data kinetika enzim hasil pemurnian diperoleh waktu paruh (t1/2)= 32,38 menit, ki= 0,0214 menit-1, dan ΔGi= 177,7 kJmol-1. Data kinetika enzim hasil amobilisasi diperoleh t½ = 256,67 menit, ki = 0,0027 menit-1, dan ΔGi yaitu 214,8 kJ mol-1. Berdasarkan penurunan nilai ki , peningkatan nilai ΔGi dan t1/2, diketahui bahwa amobilisasi menggunakan kitosan dapat meningkatkan stabilitas enzim α-amilase dari B. subtilis ITBCCB148. Selanjutnya, hasil fermentasi S. cerevisiae pada pati sagu yang dikonversi dengan enzim α-amilase didapatkan kadar etanol sebesar 0,26% (w/v). Kata kunci : -amilase, amobilisasi, B. subtilis ITBCCB148, kitosan, S. cerevisiae abstract Current fossil fuel demand are increasing recently however the supply of that fuels became decreasing. An alternative energy sources are intended to address concerns about fossil fuels. Bioethanol is one of the alternative energy sources that is renewable and has a chance to subtitute un-renewable energy sources such as fossil fuels. The aims of this study were to utilization of sago starch as raw material for bioethanol production. Sago converted using α-amylase from Bacillus subtilis ITBCCB148 that was immobilized through crosslinking method on chitosan matrix into glucose. The sequential processes applied as following: enzyme isolation, enzyme purification, enzyme immobilization, characterization of the purified and immobilized enzyme, saccharification of sago starch and bioethanol fermentation using Saccharomyces cerevisiae. The results showed that the specific activity of purified α-amylase enzyme after the dialysis stage was 4576.43 Umg-1 and its purity 9 times higher than the crude extract enzyme. The purified α-amylase enzyme has an optimum temperature of 65oC, KM = 2.037 mgmL-1 substrate, dan Vmaks = 28.571 μmolmL-1 min-1. The immobilized α-amylase enzyme has an optimum temperature of 75oC, KM = 2.046 mgmL-1 substrate, dan Vmaks= 27.027 μmolmL-1 min-1. The residual activity of the purified enzyme and immobilized enzyme in the study of thermal stability on 60oC for 80 minutes were 21% dan 81% respectively. The immobilized enzyme can be used repeadly up to 5 times. The kinetic studies of the purified enzyme were obtained half-life (t1/2 ) was 32.38 minutes, ki was 0.0214 min-1, and ΔGi was 177.7 kJ mol-1. The investigation of the kinetic studies of immobilized enzyme showed that t½ was 256.67 minutes, ki was 0.0027 min-1, and ΔGiwas 214.8 kJmol-1. Based on the decreasing of ki value, increasing of ΔGi and t1/2, the immobilization by chitosan in this study improved the stability of α- amylase from B. subtilis ITBCCB148. Futhermore, the S. cerevisiae fermentation on sago starch converted by the immobilized α-amylase enzyme obtained ethanol approximately 0,26% (w/v). Keywords : α-amylase, immobilization, B. subtilis ITBCCB148, chitosan, S. cerevisiae

Tipe Karya Ilmiah: Skripsi
Subyek: Q Science (General) > Q Science (General)
Q Science (General) > QD Chemistry
Program Studi: Fakultas MIPA > Prodi Kimia
Depositing User: 188820437 . Digilib
Date Deposited: 25 Sep 2018 06:17
Last Modified: 25 Sep 2018 06:17
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/33171

Actions (login required)

View Item View Item