ANALISIS RANTAI NILAI AGRIBISNIS KOPI SERTIFIKASI DI KABUPATEN LAMPUNG BARAT

AISYAH NUR CITRA DEWI, 1314131008 (2018) ANALISIS RANTAI NILAI AGRIBISNIS KOPI SERTIFIKASI DI KABUPATEN LAMPUNG BARAT. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (84Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (1685Kb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1686Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis rantai nilai agribisnis kopi sertifikasi dan non sertifikasi yang terbentuk di Kabupaten Lampung Barat, (2) menganalisis efisiensi rantai nilai agribisnis kopi sertifikasi dan non sertifikasi dan, (3) proses pembentukan harga pada rantai nilai agribisnis kopi sertifikasi dan non sertifikasi di Kabupaten Lampung Barat. Penelitian dilakukan di tiga kecamatan yaitu Air Hitam, Kebun Tebu, dan Sumber Jaya. Total responden petani kopi sebanyak 146 orang, terdiri dari 85 petani sertifikasi dan 61 petani non sertifikasi yang dipilih dengan menggunakan metode acak kelompok. Total responden pedagang sebanyak 20 orang, terdiri dari 9 pedagang pengumpul kelompok, 7 pedagang pengumpul desa, 2 pedagang besar dan 2 eksportir yang dipilih menggunakan metode bola salju. Pengambilan data dilakukan pada bulan November 2016 sampai dengan Januari 2017. Data dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terbentuk 3 saluran rantai nilai agribisnis kopi sertifikasi dan 2 saluran rantai nilai agribisnis kopi non sertifikasi. Saluran tiga pada rantai nilai agribisnis kopi sertifikasi dan saluran dua pada rantai nilai agribisnis kopi non sertifikasi merupakan saluran yang efisien dengan proses pembentukan harga kopi sertifikasi dan non sertifkasi pada rantai nilai agribisnis kopi adalah pembeli sebagai penentu harga (price setter) dan penjual sebagai penerima harga (price taker). Kata kunci : kopi non sertifikasi, kopi sertifikasi, rantai nilai. ABSTRACT This research aims to (1) analyze certified and non-certified coffee agribusiness value chains found in West Lampung District, (2) analyze the efficiency of certified and non-certified coffee agribusiness value chains and, (3) the formulation of coffee price in the certified and non-certified coffee agribusiness value chains in West Lampung District. The study is conducted in three subdistricts namely Air Hitam, Kebun Tebu and Sumber Jaya. Total respondents coffee farmers are 146 coffee farmers, consist of 85 certified coffee farmers and 61 non certified coffee farmers choosen by cluster random sampling method. Total respondents are 20 sellers, consist of 9 group collector sellers, 7 local collector sellers, 2 wholesalers and 2 exporters choosen by snowball sampling method. Research data were collected in November 2016 to January 2017 and analyzed by qualitative and quantitative analysis. The research result shows that there are three channels in the agribusiness value chain of certified coffee and two channels in the agribusiness value chain of non-certified coffee. Channel three in the agribusiness value chain of certified coffee and channel two in the agribusiness value chain of non-certified coffee have been efficient with formulation process of price certified and non-certified coffee in the agribusiness value chain of coffee in West Lampung, the buyer is a price setter and the seller as a price taker. Key words : certified coffee, non-certified coffee, value chain

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: > Budidaya tanaman
Program Studi: Fakultas Pertanian dan Pascasarjana > Prodi Agribisnis
Pengguna Deposit: 188334770 . Digilib
Date Deposited: 27 Sep 2018 06:32
Terakhir diubah: 27 Sep 2018 06:32
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/33226

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir