ANALISIS NILAI AIR IRIGASI PADA JARINGAN IRIGASI TERSIER DENGAN LUAS LAYANAN 50-75 HEKTAR PADA JARINGAN SEKUNDER BPU 22

Eriko Aditama, 1314071019 (2018) ANALISIS NILAI AIR IRIGASI PADA JARINGAN IRIGASI TERSIER DENGAN LUAS LAYANAN 50-75 HEKTAR PADA JARINGAN SEKUNDER BPU 22. Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.

[img] File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (13Kb)
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (6Mb)
[img] File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (6Mb)

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Kinerja jaringan irigasi dapat ditinjau dari aspek seperti prasarana fisik dan indeks pertanaman. Dengan aspek tersebut maka perlunya pengelolaan jaringan irigasi yang baik untuk memenuhi kebutuhan air irigasi di setiap daerah layanan dan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air serta tidak terjadi pemborosan penggunaan air. Permasalahan yang terjadi dalam efisiensi irigasi adalah penggunaan air irigasi itu sendiri. Pihak-pihak yang menggunakan air irigasi terbagi menjadi beberapa daerah yaitu hulu, tengah, dan hilir. Distribusi pembagian air dipusatkan melalui jaringan irigasi tersier sesuai waktu dan jumlah air yang sudah ditentukan berdasarkan kebutuhan tiap daerah layanan irigasinya sebesar 1.25 l/dt/ha pada masa pengolahan, 1.12 l/dt/ha pada masa pertumbuhan tanaman dan 0.4 l/dt/ha pada masa pematangan tanaman. Pengambilan sample pintu tersier digunakan dengan menggunakan metode Stratified Random Sampling. Identifikasi pintu dan saluran tersier yang dilakukan adalah melihat kondisi dan mengukur dimensi dari pintu dan saluran tersier. Kinerja jaringan irigasi tersier diukur berdasarkan 6 parameter, parameter tersebut akan menentukan baik atau tidaknya jaringan irigasi. Dengan kinerja jaringan irigasi yang baik maka akan mendapatkan debit air yang sesuai dengan kebutuhan air irigasi pada setiap petak tersier. Besarnya debit yang didapat merupakan hasil dari kecepatan aliran dengan luas penampang basah saluran. Debit yang diketahui akan menentukan tingkat efisiensi penggunaan air dari hasil panen tanaman. Dengan efisiensi penggunaan air maka menghasilkan nilai air yang didapat dari pendapatan panen petani. Kinerja jaringan irigasi tersier pada pintu tersier jenis Crump De Gruyter memiliki kinerja yang sangat baik. Tingkat efisiensi penggunaan air di daerah hilir lebih tinggi dibandingkan dengan daerah tengah dan daerah hulu. Dengan tingkat efisiensi penggunaan air yang tinggi maka menghasilkan nilai air yang rendah.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: > Pertanian ( Umum )
> Teknologi lingkungan . rekayasa sanitasi
> Teknologi lingkungan . rekayasa sanitasi
Program Studi: Fakultas Pertanian dan Pascasarjana > Prodi Teknik Pertanian
Pengguna Deposit: 188221615 . Digilib
Date Deposited: 17 Oct 2018 07:04
Terakhir diubah: 17 Oct 2018 07:04
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/33766

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir