KEDUDUKAN IBU PENGGANTI (SURROGATE MOTHER) DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

BUDINIATI, 1012011142 (2014) KEDUDUKAN IBU PENGGANTI (SURROGATE MOTHER) DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. fakultas hukum, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (57kB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER DALAM.pdf

Download (60kB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER LUAR.pdf

Download (63kB) | Preview
[img]
Preview
Text
HALAMAN PERSETUJUAN.pdf

Download (83kB) | Preview
[img]
Preview
Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (76kB) | Preview
[img]
Preview
Text
RIWAYAT HIDUP.pdf

Download (44kB) | Preview
[img]
Preview
Text
MOTO.pdf

Download (4kB) | Preview
[img]
Preview
Text
PERSEMBAHAN.pdf

Download (4kB) | Preview
[img]
Preview
Text
SANWACANA.pdf

Download (34kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (78kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (96kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (227kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (70kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (176kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (69kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (68kB) | Preview

Abstract

Ibu pengganti (surrogate mother) timbul karena adanya perkembangan ilmu dan teknologi di bidang kedokteran. Hakikatnya hasil dari proses surrogate mother bertujuan untuk membantu pasangan suami isteri yang tidak mampu melahirkan keturunan secara alami, namun adanya proses dan hasil dari surrogate mother menimbulkan persoalan di bidang hukum dan agama. Melihat persoalan-persoalan yang timbul sebagai akibat adanya praktek surrogate mother ini, maka diperlukan suatu kajian yang membahas mengenai kedudukan surrogate mother dalam perspektif hukum Islam. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kedudukan surrogate mother dalam perspektif hukum Islam serta akibat hukum terhadap anak hasil praktek surrogate mother yang meliputi kedudukan hukum anak dalam keluarga yang dilahirkan melalui proses surrogate mother dan kedudukan anak yang dilahirkan melalui proses surrogate mother dalam hal kewarisan. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, dengan tipe penelitian deskriptif. Pendekatan masalah yang digunakan adalah pendekatan yuridis teoritis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dengan cara studi pustaka. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa kedudukan surrogate mother dalam perspektif hukum Islam berdasarkan keputusan itjima’ komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia adalah tidak diperbolehkan (haram) karena dalam proses surrogate mother lebih banyak menimbulkan mudharat daripada maslahatnya. Akibat hukum adanya praktek surrogate mother terhadap kedudukan anak adalah termasuk kedalam golongan anak luar kawin sehingga ia hanya dapat dinasabkan kepada ibu dan keluarga ibu yang melahirkannya (wanita surrogate), dengan demikian, anak yang lahir melalui proses surrogate mother juga hanya mempunyai hubungan kewarisan dengan ibu dan keluarga ibu yang melahirkan, dan tidak berhak mewaris dari ayah Budiniati biologisnya, namun seorang ayah biologis boleh memberikan nafkah hadhanah, hibah atau wasiat sepanjang jumlahnya tidak melebihi sepertiga jumlah harta yang dimilikinya. Adanya proses dan hasil dari surrogate mother tersebut, penulis menyarankan kepada pemerintah agar dapat mensosialisasikan kedudukan surrogate mother sehingga masyarakat umum, khususnya masyarakat muslim mengetahui hukum pengharaman praktek surrogate mother karena lebih banyak menimbulkan mudharat dibandingkan maslahatnya. Kata kunci : Kedudukan Hukum, Ibu Pengganti (Surrogate Mother), Hukum Islam

Item Type: Other
Subjects: A General Works = Karya Karya Umum
Divisions: Fakultas Hukum > Prodi Ilmu Hukum S1
Depositing User: 222547 . Digilib
Date Deposited: 29 Sep 2014 02:01
Last Modified: 29 Sep 2014 02:01
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/3576

Actions (login required)

View Item View Item